cerpen cinta sejati jin
Dia begitu sangat cantik seperti
bidadari, tak ada di bangsaku yang seperti dia, semuanya jelek-jelek. Aku ingin
memilikinya, tapi aku tak bisa, mana ada sih manusia yang suka dengan bangsa jin.
aku memang dari bangasa jin dan aku adalah pemimpin
dari sekelompok jin. Bangsa jin dan bangsa manusia memang tidak bisa menyatu, tampak
aja tidak bisa. Tapi hanya aku yang bisa menampakkan diriku di depan manusia karena
aku pemimpinnya.
Dan menurut nenek moyangku sebenarnya jin dan manusia
bisa menyatu kalau mereka benar-benar cinta sejati. Cinta yang tidak memandang dari
fisik atau hal lain. Dan kalau bangsa jin sudah menemukan cinta sejatinya yang dari
manusia, dia akan bisa menjadi manusia seutuhnya. Aku ingin mencobanya tapi aku
takut cewek yang aku suka tidak akan nerima kalau aku bangsa jin.
" bos kenapa ngelamun, nanti kesambet setan
loh". sahut sahabat koribku yang juga sesama jin.
" gimana aku kesambet, lah aku aja juga
setan". ujarku dengan tertawa sinis.
" oh....iya juga ya bos, kita itu juga
setan" . jawab temanku lagi, yang memang kadang-kadang agak blo'on.
" kamu tuh pintar sedikit kenapa, jangan
jelek-jelek'in bangsa jin".
" gimana kita bisa pintar sih bos, lah
wong kita aja gak pernah sekolah".
" hahaha.....iy ya, udah-udah sana pergi
aku jadi ikut blo'on gara-gara kamu".usirku
" lagian siapa yang nyuruh ikut-ikutan,
masa ada sih pemimpin yang blo'on".
" oh....jadi kamu berani ya sama pemimpin,
mau aku hilangkan selamanya". ujarku menakutinya
" sorry-sorry bos". jawabnya dengan
kata-kata asing yang tak kumengerti.
" hah....apa itu artinya??".
" katanya sih maaf".
" kata siapa?".
" kata manusia bos".
" hah....emang kamu pernah ngobrol dengan
manusia".
" gak sih bos, cuman aku pernah dengerin
pembicaraan mereka".
" emang kamu tahu itu bahasa dari mana?".
" gak bos, dari bahasa manusia mungkin".
" ngaco kamu, udah deh aku mau mandi dan
luluran dulu". kataku dengan pergi kekamar mandi. Jangan salah bangsa jin juga
punya kamar mandi, tapi khusus pemimpin.
###---###
" udah-udah
berhenti". ujarku
" loh
kok berhenti, kenapa". jawabnya.
Dia itu
cowok yang ngejar-ngejar aku dari pertama masuk SMA, kata temanku dia suka sama
aku, namanya vigo. Dia itu si ketua kapten basket, si ketua osis, si ketua seksi
(eh bercanda...mana ada sih ekstrakurikuler keseksian), dan yang pasti dia itu paling
terkenal dikalangan cewek, karena ketampanannya, yang katanya mirip dengan siwon
personil suju, hahaha...siwon dari mana kalau siwon kw sih iya. Tapi emang kuakui
dia sangat keren, tapi sayang aku gak suka.
Kalau aku
sendiri, juga paling terkenal dikalangan cowok. Tapi bukan karena cantik, atau si
ketua kayak vigo. Aku terkenal dikalangan cowok karena paling pintar di sekolah.
Kalau terkenal kategori cewek itu gol prilla yang juga suka dengan vigo. Mereka
sebenarnya sangat cocok tapi entah kenapa dia pilih aku.
" jen...jennius".
sahut vigo yang membuyarkan lamunanku.
" ih...jangan
panggil aku seperti itu". ujarku kesal
" loh
itu kan nama panggilan sayang buat kamu, kamu juga kan genius".
" sejak
kapan kita jadian?".
" sebentar
lagi".
" pokoknya
aku bilang ya gak mau ya gak mau" .ujarku cemberut
" jangan
cemberut gituh dong, bikin aku tambah gemes aja, oke deh jenny sayang".
" jenny
saja".
" gak
mau....pokoknya jenny sayang, kamu kan cewek yang aku sayangi sepanjang hidup".
" lebay".
ujarku dengan meninggalkannya masuk ke rumah.
" tapi
kamu suka kan jenny sayang". teriaknya.
###---###
Aku pandangi
langit-langit dinding kamarku yang terlihat begitu sangat cantik dengan bintang-bintang
dan bulan yang berkilauan sangat cerah, yang mencerahkan hatiku. Aku sangat suka
dengan keindahan di malam hari, makanya kamarku dihiasi seperti nuansa malam. Entah
kenapa hatiku terasa sangat tentram dan tenang ketika melihat ke indahan di malam
hari.
Sekarang
aku sudah jadi tertua di sekolah maksudnya kelas 12 ipa, gak nyangka sebentar lagi
akan lulus dan pasti aku akan sering memakan soal-soal try out juga ujian.
" aku
harus belajar lebih giat nih, biar aku bisa dapat nilai yang bagus".
" ya
aku sekarang harus belajar, semangat jennifer!!, tapi aku sekarang haus mau turun
dulu ah". aku pun beranjak pergi mengambil air minum.
###---###
" bos
ngelihatin apa'an sih?". ujar sahabatku mengejutkanku.
" kamu
itu ya datang tak dijemput pulang tak diantar kayak jelangkung saja".
" kita
memang kan sebangsanya malah saudara".
" benar
juga hehehe".
" bos
kenapa ngelihatin tuh cewek terus, naksir ya?".
" kok
kamu tahu".
" karena
kau telah memberi sinyal kepadaku kalau bos suka tuh cewek".
" puitis
kamu".
" kok
bos tahu kata itu, dari bahasa manusia juga ya".
" iya".
" bos
kenapa gak meniru nenek moyang kita aja".
" meniru
apanya, meniru tuanya?".
" gak
lah bos. ..., yang cinta sejati itu".
" gak'ah....aku
takut, dia nanti gak suka aku lagi".
" bos....kamu
itu diberi kelebihan bisa menampakkan diri jadi manusia, semua bangsa jin itu iri
sama bos, jadi apa salahnya mencoba".
" iya
deh, akan aku coba".
" tapi
ingat bos, karena kita itu bangsa jin jadi kita tidak akan tampak di depan cermin".
" ya
aku tahu".
" kecuali
kalau bos udah jadi manusia seutuhnya".
" iya
bawel aku udah tahu".
" hehehe....ya
udah sana bos berubah".
###---###
Akhirnya
segar juga habis minum, aku pun lekas kembali ke kamar dan juga lekas belajar. Saat
kubuka pintu, tiba-tiba ada seorang cowok tampan yang entah lewat darimana.
" aahhhh......".
teriakku terkejut, untung aja ortu kalau tidur pasti nyenyak gak akan kedengaran.
" kenapa
dia berteriak?, apa aku jadi manusia yang jelek". tanyaku ke sahabat jinku
" gak
bos....bos sangat sangat keren, mungkin dia teriak karena tiba-tiba bos ada disini".
" oh....ya
udah sana pergi".
" aahh......".
teriakku lagi
" tenang
jangan takut, aku orang baik".
" tapi
kamu kenapa ada disini, dan bagaimana kamu masuk".
" karena
aku suka kamu, aku masuk dari ini". ujarnya sambil menunjuk ke jendela
" dari
jendela?".
" iya".
" tapi
perasaanku udah aku tutup jendelanya".
" gak
buka kok, lihat nih". ujarnya dengan membuka gorden, dan anehnya memang benar
jendelanya masih terbuka. "Aneh....aku gak pernah lupa tutup jendela kalau
udah malam, tapi ya udahlah".gerutuku dalam hati.
" nama
kamu siapa?". tanyaku
"haduh....jin
kan gak punya nama semuanya dipanggil jin". gumam jin dalam hati
" haloo...gak
tidurkan". sahutku membuyarkan lamunannya
" ehmm...jini".
" hah...jini,
kayak nama cewek". kataku bingung
" jina".
" sama
aja cewek".
" jing".
" hahaha...oke
deh jing". nih orang lucu banget sih, nama sendiri bingung.
" aku
jennifer panggil aja jenny". ujarku lagi
" hehehe....iya
jennifer".
" ehhmm...tunggu
deh, kamu dari keturunan china, kok namanya kayak orang china gituh".
" bukan,
tapi dari......". kalau aku bilang dari bangsa jin pasti dia langsung terkerjut,
dan menolakku, aku gak mau masak baru awal udah di tolak.
" dari
mana jing?".
" dari
kayak kamu".
" hah....maksudmu
indonesia".
" iya
ya indonesia".
" kata
kamu tadi, kamu suka denganku? emang kita pernah bertemu?".
" iya
sering jenny".
" hah...tapi
aku baru lihat kamu sekarang".
" ehmm....maksudnya
aku yang sering lihat kamu, tapi kamunya gak tahu". yaiyalah dia gak tahu,
aku kan jin.
" oh...ya
udah aku mau tidur, soalnya besok sekolah".
" kamu
sekolah?".
" iya,
kenapa?".
" apa
aku boleh tanya sesuatu".
" boleh
aja".
" benar
ya kalau sekolah itu akan pintar?".
" tuh
kan benar, nih orang gokil banget". gumam jenny
" hahaha....iya,
kalau kita rajin belajar tentu kita akan pintar, emang kamu gak sekolah?".
" gak".
wah...jadi kalau aku sekolah bisa pintar nih, biar gak diejek blo'on sama tuh anak.
" eh...maksudnya
akan".
" akan?
oh aku tahu pasti kamu baru pindah ya".
" hehehe....
iya".
" ya
udah aku mau tidur".ujarku dengan menunjuk ke kasur.
" oh...iya
jenny".
" kamu
gak pulang".
" eh
iya aku pulang". ujar jing yang langsung pulang, tapi dia lewat seperti pertama
kali dia masuk.
" loh
mau kemana?".
" mau
pulang, tadi disuruh pulang".
" iya
aku tahu, tapi kenapa lewat jendela?".tanyaku bingung
" aku
tadi masuk dari sini, dan pulangnya juga harus lewat sini".
" hahaha...iya
karena kamu masuk gak ada orangnya tadi, nah sekarang kan ada, jadi kamu harus lewat
pintu depan".
" gak
usah jenny".
" gak
papa jing, dari pada kamu dikira maling hayoo...".
" lah
wong memang aku maling".
" hah
maksudnya?".
" maling
yang akan mencuri isi hatimu".
" bisa
aja, udah ayo".
aku pun
mengantarnya ke pintu depan, ketika kita sampai di ruang tamu dia terkagum dengan
desain interiornya.
" wah....bagus".
ujarnya yang terlihat seperti anak kecil.
" jing
sudah sampai nih, silakan pulang".
" hehehe
iya, aku boleh main kesini lagi kan?".
" ehmm....tentu
saja boleh, tapi jangan masuk dari jendela".
" terus
lewat mana? lewat di hatimu ya".
" ah....kamu
itu gombal deh".
" aku
bukan gombal tapi jing".
" hahaha....".
tawa kita yang meledak
" ya
udah jenny, aku pulang dulu".
" hahaha....iya,
hati-hati jing".
jing pun
langsung pulang, dan ku tunggu dia sampai hilang.
" ehmm...dia lucu juga". kataku. Saat
jing sudah tidak terlihat batang hidungnya, aku lekas kembali ke kamar dan tidur
cantik kayak syahrini.
###---###
Sampai juga
di bangsaku sendiri, oh jenny kau sangat cantik sekali, aku senang hari ini bisa
ngobrol denganmu.
" bagaimana
bos". ujar...ya siapa lagi kalau bukan sahabatku yang blo'on
" tuh
kan..., salam dulu kenapa sih".
" masalahnya
bos kita itu gak ada ucapan salam".
" iya
juga".
" bos
gimana tadi sama tuh cewek".
" eh...sekarang
aku namai kamu plek ya".
" apa
itu bos nama?".
" nama
itu buat nama panggilan kamu".
" oh...boleh
sih bos, tapi kenapa aku plek".
" karena
kamu itu selalu plek denganku".
" plek
blo'onnya ya bos". aku pun langsung mendaratkan pukulan ke dia.
" enak
aja kamu bilang, eh...plek aku ingin sekolah seperti manusia".
" kenapa
bos ingin sekolah, agar gak blo'on lagi ya". pukulan mendarat di kepala dia
lagi, tapi yang ini cukup keras.
" gak'lah,
agar aku bisa ketemu dengan dia setiap hari".
" oh...gituh,
ya gak papa bos, besok bos ikutin dia aja ke sekolah terus nyamar jadi murid baru,
sip toh bos".
" wah...wah...ternyata
kamu bisa pintar ya plek".
" yaiyalah
bos...".
Oke aku
besok harus ketemu dengan dia lagi, ehmm...gak sabar ketemu dia dan segera masuk
sekolah. Aku harus mandi bunga nih, biar badanku harum.
" eh...bos
kenapa pulang".
" dia
yang nyuruh aku pulang, soalnya dia mau tidur".
" enak
juga ya bos, manusia bisa tidur lah sedangkan kita gak pernah tidur".
Aku dan
kawan-kawanku yang sesama jin gak pernah sama sekali merasakan tidur. Kita selalu
terjaga dari pagi sampai malam. Jadi kata manusia yang berjaga setiap malam itu
hansip sebenarnya salah, kadang-kadang hansip juga tertidur bukannya meronda. Justru
jin yang selalu berjaga tapi di kalangan jin.
Dan biasanya
kalau berjaga kaum jin selalu berpesta, tapi khusus saat ini aku tidak ikut. Karena
aku akan cerita ke plek. Aku pun bercerita tentang semua yang terjadi ke plek.
###---###
Di pagi
yang cerah ini, jing sudah begitu rapi bahkan dia mandi bunga tujuh kali. Jing akan
memulai sekolah yang pertama kali.
" eh....bos
tumben banget udah harum dan rapi, mau kemana bos? ".kata plek
" pikun
banget sih kamu, aku mau sekolah".
" oh.....iya
bos, hehehe sorry lupa". sahut plek dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" kamu
udah tua ya plek, kok udah lupa........plek gimana penampilanku". tanyaku ke
plek
" keren
sih bos...., tapi sekeren-kerennya bos tetap aja kita jin".
" yeh...jangan
gituh dong, aku akan jadi calon manusia".
" loh
bos bukannya calon mertua".
" maksudnya...?".
jawabku bingung
" kata
manusia waktu aku dengar selalu calon mertua bos". ujar plek polos
" memang
apa artinya plek".
" entah".
" ya
udahlah ayo kita berangkat".
" aku
ikut bos".
" ya
nanti kalau ada jenny kamu pulang".
" oke".
jing dan
plek pun pergi ke rumah jenny dan membututinya secara diam-diam. Setelah sampai
di sekolah jing langsung pergi ke kantor dan setelah itu dia pergi ke kelasnya.
###---###
Di suatu
kelas yang berpenghuni siswa-siswi dominan pintar, sedang menunggu gurunya. yup...kelas
ini adalah kelas jenny, dia paling gak suka dengan masa-masa seperti ini karena
menurutnya membosankan.
Tiba-tiba
terdengar suara ketukan sepatu datang dari luar.
" teman-teman
bu rani datang". ujar ketua kelas yang dari tadi ada di luar
" siapa
tuh cowok keren habis". bisik teman sebangku jenny
jenny yang
dari tadi baca buku, langsung menengok ke depan.
sekian dulu ceritanya.........,tunggu kisah selanjutnya.
jangan lupa comment ya...!!!
Comments
Post a Comment