cinta sejati jin part 2

  Dia begitu sangat cantik seperti bidadari, tak ada di bangsaku yang seperti dia, semuanya jelek-jelek. Aku ingin memilikinya, tapi aku tak bisa, mana ada sih manusia yang suka dengan bangsa jin.
  aku memang dari bangasa jin dan aku adalah pemimpin dari sekelompok jin. Bangsa jin dan bangsa manusia memang tidak bisa menyatu, tampak aja tidak bisa. Tapi hanya aku yang bisa menampakkan diriku di depan manusia karena aku pemimpinnya.
  Dan menurut nenek moyangku sebenarnya jin dan manusia bisa menyatu kalau mereka benar-benar cinta sejati. Cinta yang tidak memandang dari fisik atau hal lain. Dan kalau bangsa jin sudah menemukan cinta sejatinya yang dari manusia, dia akan bisa menjadi manusia seutuhnya. Aku ingin mencobanya tapi aku takut cewek yang aku suka tidak akan nerima kalau aku bangsa jin.
" bos kenapa ngelamun, nanti kesambet setan loh". sahut sahabat koribku yang juga sesama jin.
" gimana aku kesambet, lah aku aja juga setan". ujarku dengan tertawa sinis.
" oh....iya juga ya bos, kita itu juga setan" . jawab temanku lagi, yang memang kadang-kadang agak blo'on.
" kamu tuh pintar sedikit kenapa, jangan jelek-jelek'in bangsa jin".
" gimana kita bisa pintar sih bos, lah wong kita aja gak pernah sekolah".
" hahaha.....iy ya, udah-udah sana pergi aku jadi ikut blo'on gara-gara kamu".usirku
" lagian siapa yang nyuruh ikut-ikutan, masa ada sih pemimpin yang blo'on".
" oh....jadi kamu berani ya sama pemimpin, mau aku hilangkan selamanya". ujarku menakutinya
" sorry-sorry bos". jawabnya dengan kata-kata asing yang tak kumengerti.
" hah....apa itu artinya??".
" katanya sih maaf".
" kata siapa?".
" kata manusia bos".
" hah....emang kamu pernah ngobrol dengan manusia".
" gak sih bos, cuman aku pernah dengerin pembicaraan mereka".
" emang kamu tahu itu bahasa dari mana?".
" gak bos, dari bahasa manusia mungkin".
" ngaco kamu, udah deh aku mau mandi dan luluran dulu". kataku dengan pergi kekamar mandi. Jangan salah bangsa jin juga punya kamar mandi, tapi khusus pemimpin.


###---###


" udah-udah berhenti". ujarku
" loh kok berhenti, kenapa". jawabnya.
  Dia itu cowok yang ngejar-ngejar aku dari pertama masuk SMA, kata temanku dia suka sama aku, namanya vigo. Dia itu si ketua kapten basket, si ketua osis, si ketua seksi (eh bercanda...mana ada sih ekstrakurikuler keseksian), dan yang pasti dia itu paling terkenal dikalangan cewek, karena ketampanannya, yang katanya mirip dengan siwon personil suju, hahaha...siwon dari mana kalau siwon kw sih iya. Tapi emang kuakui dia sangat keren, tapi sayang aku gak suka.
  Kalau aku sendiri, juga paling terkenal dikalangan cowok. Tapi bukan karena cantik, atau si ketua kayak vigo. Aku terkenal dikalangan cowok karena paling pintar di sekolah. Kalau terkenal kategori cewek itu gol prilla yang juga suka dengan vigo. Mereka sebenarnya sangat cocok tapi entah kenapa dia pilih aku.
" jen...jennius". sahut vigo yang membuyarkan lamunanku.
" ih...jangan panggil aku seperti itu". ujarku kesal
" loh itu kan nama panggilan sayang buat kamu, kamu juga kan genius".
" sejak kapan kita jadian?".
" sebentar lagi".
" pokoknya aku bilang ya gak mau ya gak mau" .ujarku cemberut
" jangan cemberut gituh dong, bikin aku tambah gemes aja, oke deh jenny sayang".
" jenny saja".
" gak mau....pokoknya jenny sayang, kamu kan cewek yang aku sayangi sepanjang hidup".
" lebay". ujarku dengan meninggalkannya masuk ke rumah.
" tapi kamu suka kan jenny sayang". teriaknya.


###---###

  Aku pandangi langit-langit dinding kamarku yang terlihat begitu sangat cantik dengan bintang-bintang dan bulan yang berkilauan sangat cerah, yang mencerahkan hatiku. Aku sangat suka dengan keindahan di malam hari, makanya kamarku dihiasi seperti nuansa malam. Entah kenapa hatiku terasa sangat tentram dan tenang ketika melihat ke indahan di malam hari.
  Sekarang aku sudah jadi tertua di sekolah maksudnya kelas 12 ipa, gak nyangka sebentar lagi akan lulus dan pasti aku akan sering memakan soal-soal try out juga ujian.
" aku harus belajar lebih giat nih, biar aku bisa dapat nilai yang bagus".
" ya aku sekarang harus belajar, semangat jennifer!!, tapi aku sekarang haus mau turun dulu ah". aku pun beranjak pergi mengambil air minum.

###---###

" bos ngelihatin apa'an sih?". ujar sahabatku mengejutkanku.
" kamu itu ya datang tak dijemput pulang tak diantar kayak jelangkung saja".
" kita memang kan sebangsanya malah saudara".
" benar juga hehehe".
" bos kenapa ngelihatin tuh cewek terus, naksir ya?".
" kok kamu tahu".
" karena kau telah memberi sinyal kepadaku kalau bos suka tuh cewek".
" puitis kamu".
" kok bos tahu kata itu, dari bahasa manusia juga ya".
" iya".
" bos kenapa gak meniru nenek moyang kita aja".
" meniru apanya, meniru tuanya?".
" gak lah bos. ..., yang cinta sejati itu".
" gak'ah....aku takut, dia nanti gak suka aku lagi".
" bos....kamu itu diberi kelebihan bisa menampakkan diri jadi manusia, semua bangsa jin itu iri sama bos, jadi apa salahnya mencoba".
" iya deh, akan aku coba".
" tapi ingat bos, karena kita itu bangsa jin jadi kita tidak akan tampak di depan cermin".
" ya aku tahu".
" kecuali kalau bos udah jadi manusia seutuhnya".
" iya bawel aku udah tahu".
" hehehe....ya udah sana bos berubah".

###---###

  Akhirnya segar juga habis minum, aku pun lekas kembali ke kamar dan juga lekas belajar. Saat kubuka pintu, tiba-tiba ada seorang cowok tampan yang entah lewat darimana.
" aahhhh......". teriakku terkejut, untung aja ortu kalau tidur pasti nyenyak gak akan kedengaran.
" kenapa dia berteriak?, apa aku jadi manusia yang jelek". tanyaku ke sahabat jinku
" gak bos....bos sangat sangat keren, mungkin dia teriak karena tiba-tiba bos ada disini".
" oh....ya udah sana pergi".
" aahh......". teriakku lagi
" tenang jangan takut, aku orang baik".
" tapi kamu kenapa ada disini, dan bagaimana kamu masuk".
" karena aku suka kamu, aku masuk dari ini". ujarnya sambil menunjuk ke jendela
" dari jendela?".
" iya".
" tapi perasaanku udah aku tutup jendelanya".
" gak buka kok, lihat nih". ujarnya dengan membuka gorden, dan anehnya memang benar jendelanya masih terbuka. "Aneh....aku gak pernah lupa tutup jendela kalau udah malam, tapi ya udahlah".gerutuku dalam hati.
" nama kamu siapa?". tanyaku
"haduh....jin kan gak punya nama semuanya dipanggil jin". gumam jin dalam hati
" haloo...gak tidurkan". sahutku membuyarkan lamunannya
" ehmm...jini".
" hah...jini, kayak nama cewek". kataku bingung
" jina".
" sama aja cewek".
" jing".
" hahaha...oke deh jing". nih orang lucu banget sih, nama sendiri bingung.
" aku jennifer panggil aja jenny". ujarku lagi
" hehehe....iya jennifer".
" ehhmm...tunggu deh, kamu dari keturunan china, kok namanya kayak orang china gituh".
" bukan, tapi dari......". kalau aku bilang dari bangsa jin pasti dia langsung terkerjut, dan menolakku, aku gak mau masak baru awal udah di tolak.
" dari mana jing?".
" dari kayak kamu".
" hah....maksudmu indonesia".
" iya ya indonesia".
" kata kamu tadi, kamu suka denganku? emang kita pernah bertemu?".
" iya sering jenny".
" hah...tapi aku baru lihat kamu sekarang".
" ehmm....maksudnya aku yang sering lihat kamu, tapi kamunya gak tahu". yaiyalah dia gak tahu, aku kan jin.
" oh...ya udah aku mau tidur, soalnya besok sekolah".
" kamu sekolah?".
" iya, kenapa?".
" apa aku boleh tanya sesuatu".
" boleh aja".
" benar ya kalau sekolah itu akan pintar?".
" tuh kan benar, nih orang gokil banget". gumam jenny
" hahaha....iya, kalau kita rajin belajar tentu kita akan pintar, emang kamu gak sekolah?".
" gak". wah...jadi kalau aku sekolah bisa pintar nih, biar gak diejek blo'on sama tuh anak.
" eh...maksudnya akan".
" akan? oh aku tahu pasti kamu baru pindah ya".
" hehehe.... iya".
" ya udah aku mau tidur".ujarku dengan menunjuk ke kasur.
" oh...iya jenny".
" kamu gak pulang".
" eh iya aku pulang". ujar jing yang langsung pulang, tapi dia lewat seperti pertama kali dia masuk.
" loh mau kemana?".
" mau pulang, tadi disuruh pulang".
" iya aku tahu, tapi kenapa lewat jendela?".tanyaku bingung
" aku tadi masuk dari sini, dan pulangnya juga harus lewat sini".
" hahaha...iya karena kamu masuk gak ada orangnya tadi, nah sekarang kan ada, jadi kamu harus lewat pintu depan".
" gak usah jenny".
" gak papa jing, dari pada kamu dikira maling hayoo...".
" lah wong memang aku maling".
" hah maksudnya?".
" maling yang akan mencuri isi hatimu".
" bisa aja, udah ayo".
  aku pun mengantarnya ke pintu depan, ketika kita sampai di ruang tamu dia terkagum dengan desain interiornya.
" wah....bagus". ujarnya yang terlihat seperti anak kecil.
" jing sudah sampai nih, silakan pulang".
" hehehe iya, aku boleh main kesini lagi kan?".
" ehmm....tentu saja boleh, tapi jangan masuk dari jendela".
" terus lewat mana? lewat di hatimu ya".
" ah....kamu itu gombal deh".
" aku bukan gombal tapi jing".
" hahaha....". tawa kita yang meledak
" ya udah jenny, aku pulang dulu".
" hahaha....iya, hati-hati jing".
  jing pun langsung pulang, dan ku tunggu dia sampai hilang.
 " ehmm...dia lucu juga". kataku. Saat jing sudah tidak terlihat batang hidungnya, aku lekas kembali ke kamar dan tidur cantik kayak syahrini.

###---###

  Sampai juga di bangsaku sendiri, oh jenny kau sangat cantik sekali, aku senang hari ini bisa ngobrol denganmu.
" bagaimana bos". ujar...ya siapa lagi kalau bukan sahabatku yang blo'on
" tuh kan..., salam dulu kenapa sih".
" masalahnya bos kita itu gak ada ucapan salam".
" iya juga".
" bos gimana tadi sama tuh cewek".
" eh...sekarang aku namai kamu plek ya".
" apa itu bos nama?".
" nama itu buat nama panggilan kamu".
" oh...boleh sih bos, tapi kenapa aku plek".
" karena kamu itu selalu plek denganku".
" plek blo'onnya ya bos". aku pun langsung mendaratkan pukulan ke dia.
" enak aja kamu bilang, eh...plek aku ingin sekolah seperti manusia".
" kenapa bos ingin sekolah, agar gak blo'on lagi ya". pukulan mendarat di kepala dia lagi, tapi yang ini cukup keras.
" gak'lah, agar aku bisa ketemu dengan dia setiap hari".
" oh...gituh, ya gak papa bos, besok bos ikutin dia aja ke sekolah terus nyamar jadi murid baru, sip toh bos".
" wah...wah...ternyata kamu bisa pintar ya plek".
" yaiyalah bos...".
  Oke aku besok harus ketemu dengan dia lagi, ehmm...gak sabar ketemu dia dan segera masuk sekolah. Aku harus mandi bunga nih, biar badanku harum.
" eh...bos kenapa pulang".
" dia yang nyuruh aku pulang, soalnya dia mau tidur".
" enak juga ya bos, manusia bisa tidur lah sedangkan kita gak pernah tidur".
  Aku dan kawan-kawanku yang sesama jin gak pernah sama sekali merasakan tidur. Kita selalu terjaga dari pagi sampai malam. Jadi kata manusia yang berjaga setiap malam itu hansip sebenarnya salah, kadang-kadang hansip juga tertidur bukannya meronda. Justru jin yang selalu berjaga tapi di kalangan jin.
  Dan biasanya kalau berjaga kaum jin selalu berpesta, tapi khusus saat ini aku tidak ikut. Karena aku akan cerita ke plek. Aku pun bercerita tentang semua yang terjadi ke plek.

###---###


  Di pagi yang cerah ini, jing sudah begitu rapi bahkan dia mandi bunga tujuh kali. Jing akan memulai sekolah yang pertama kali.
" eh....bos tumben banget udah harum dan rapi, mau kemana bos? ".kata plek
" pikun banget sih kamu, aku mau sekolah".
" oh.....iya bos, hehehe sorry lupa". sahut plek dengan menggaruk kepalanya yang tak gatal.
" kamu udah tua ya plek, kok udah lupa........plek gimana penampilanku". tanyaku ke plek
" keren sih bos...., tapi sekeren-kerennya bos tetap aja kita jin".
" yeh...jangan gituh dong, aku akan jadi calon manusia".
" loh bos bukannya calon mertua".
" maksudnya...?". jawabku bingung
" kata manusia waktu aku dengar selalu calon mertua bos". ujar plek polos
" memang apa artinya plek".
" entah".
" ya udahlah ayo kita berangkat".
" aku ikut bos".
" ya nanti kalau ada jenny kamu pulang".
" oke".
  jing dan plek pun pergi ke rumah jenny dan membututinya secara diam-diam. Setelah sampai di sekolah jing langsung pergi ke kantor dan setelah itu dia pergi ke kelasnya.

###---###
  Di suatu kelas yang berpenghuni siswa-siswi dominan pintar, sedang menunggu gurunya. yup...kelas ini adalah kelas jenny, dia paling gak suka dengan masa-masa seperti ini karena menurutnya membosankan.
  Tiba-tiba terdengar suara ketukan sepatu datang dari luar.
" teman-teman bu rani datang". ujar ketua kelas yang dari tadi ada di luar
" siapa tuh cowok keren habis". bisik teman sebangku jenny  
  Jenny yang dari tadi baca buku, langsung menengok ke depan. Saat jenny melihat ke depan dia sangat terkejut, karena ternyata yang di maksud si bella atau teman sebangkunya itu adalah jing. Cowok yang baru ditemuinya tadi malam.

###---###

  Akhirnya setelah membujuk kepala sekolah untuk satu kelas dengan jenny terwujud juga, meskipun harus melewati perdebatan dan keringat yang mengalir.
" murid-murid ini ada murid baru, silakan perkenalkan dirimu". ujar bu rani
" nama aku jing, terimakasih".
" oke jing, silakan pilih tempat dudukmu sendiri".
  Jin pun langsung memilih tempat duduk di samping kiri jenny, yang kebetulan tempat duduknya kosong. Ketika sudah duduk dia langsung menyapa jenny.
" hai jenny". sapanya dengan senyum
" oh hai juga jing". jawab jenny dengab tersenyum manis
  Ginih ya rasanya sekolah, penuh dengan benda-benda asing. Dan enak juga duduk disini pemandangannya sangat bagus sekali, bahkan gratis tanpa bayar. Siapa lagi kalau bukan jenny pemandangan yang cantik dan takkan bosan memandangnya.
" jing...apa yang kamu lihat?" . tanya bu rani yang membuat jing kaget, bahkan semua mata tertuju kepadanya.
" lihat jenny bu". jawabnya polos sambil tersenyum ke jenny. Jenny yang dapat peluru langsung tertunduk malu.
" ciecie jenny.....". sorak temannya bersamaan
" sudah-sudah kembali yang benar, dan kamu jing perhatikan ke depan". ujar bu rani.
  Suasana pun kembali seperti semula, dan jing memperhatikan ke depan meskipun kadang-kadang mencuri pandang ke jenny.

###---###

  Ada suara aneh yang bikin aku terkejut dan anehnya lagi kenapa semua orang pada berhamburan keluar.
" jing kamu gak istirahat?". tanya teman sebangkuku bernama haikal
" tadi suara apa?". tanyaku
" itu suara bel tandanya kita boleh istirahat". jelas haikal
" kalau istirahat apa?". tanyaku lagi.
" istirahat itu kita boleh beli makanan dan minuman di kantin".
" oh....". sahut jing dengan mengangguk
" ya sudah yuk kita ke kantin".
" oke ".
  jing dan haikal pun pergi ke kantin. Tapi pada saat sampai di kantin jing tiba-tiba pusing, melihat puluhan orang kumpul di kantin.
  Jing melihat haikal pergi ke ibu-ibu dan jing pun langsung mengikuti haikal.
" haikal itu apa?, kok mirip ular". tanya jing ke haikal yang kebetulan dia membawa mie
" hahaha....ini bukan ular jing, tapi mie".
" oh...mie". jawab jing masih bingung
" bu ini berapa?". tanya haikal ke ibu tersebut
" tiga ribu dek".
" ini bu" . kata haikal dengan mengasihkan uang
" apa yang kamu berikan haikal ?". tanya jing
" nih anak aneh banget, masak dia gak tahu apa-apa, dia dari mana sih". batin haikal bingung
" oh.....itu uang, alat untuk transaksi barang, kamu gak beli?".
  Ternyata yang dijelasin malah gak mendengar, justru pandangannya ke seorang cewek yang membuat dia nekat menjadi manusia, siapa lagi kalau bukan jennifer.
" iyaelah.....dijelasin, malah lihat jenny". sahut haikal
" oke deh...., aku mau ke jenny dulu".
" oh....iya".
" gak papa kan aku tinggal".
" gak papa lagi, udah sana samperin tuh jenny".
  Jing pun langsung beranjak pergi meninggalkan haikal, dan langsung capcus ke meja jenny.

###---###

  Aku dan teman-temanku dapat makanan gratisan sekarang, karena vigo mentraktir kita bakso. Sebenarnya aku agak sungkan menerimannya tapi dia ngotot sih jadi gak tega ngelihatnya. yah....sekali-sekali gak papa dong gratisan, asal gak keterusan.
" hai jenny". sapa jing tiba-tiba
" hai jing, kamu juga disini".
" iya, eh jenny jangan makan itu". larang jing. karena menurutnya makanan jing kayak darah, makanya dia ngelarang. mungkin jenny kebanyakan saos kali, sampai kayak darah gituh.
" kenapa memang? ". tanya jenny
" iya kamu itu datang-datang ngelarang orang makan tahu". sahut vigo
" eh....kamu siapa, kok cowok sendiri banci ya".
" enak aja kamu ngomong, ngajak tawur ya". kata vigo yang amarahnya mulai membeludak
" loh aku benar kan, pasti kamu gak punya teman, makanya gabung dengan para cewek". kata jing santai
" hei anak baru, lo nantang gue ya". ujar vigo dengan menarik kerah jing.
" udah-udah jangan-jangan berantem, dilihatin orang tuh". kata jenny khwatir
" iya benar, lebih baik kita makan lagi". sahut bella
  Mereka pun langsung melanjutkan makanannya yang sudah mereka diamkan, tapi ketika jenny akan makan jing langsung mengambil makanannya.
" sudah aku bilang jangan makan itu jenny". larang jing lagi
" dan aku juga sudah tanya emang kenapa jing? ". tanya jenny kesal
" kamu jangan makan darah gak baik untuk kesehatanmu".
" hahaha....darah, mungkin yang kamu maksud itu saos bukan darah, udah deh jing aku lapar jangan ngelarang aku untuk makan".
" benar, kalau jenny sakit lo yang harus tanggung jawab ". tambah vigo dengan mengambil paksa bakso jenny dari jing.
  Akhirnya bakso jenny sudah ditangannya kembali, jenny pun segera menikmati baksonya. tapi sayang jing merampasnya kembali, bahkan lebih parahnya lagi, jing langsung melahap bakso jenny sampai habis tak tersisa sedikit pun.
" kamu itu nakal juga ya jenny, dibilangin jangan dimakan kok". sahut jing sambil memakan bakso jenny sampai habis.
  Jenny pun kesal dengan jing karena makanannya telah lenyap dimakannya.
" jing kamu tahu kan aku itu lapar, kenapa kamu habiskan semua bakso aku". ujar jenny marah. Jing yang gak merasa bersalah dia hanya terdiam.
" ya sudah aku belikan lagi ya jenny". kata vigo
" gak usah vigo terima kasih, aku balik ke kelas aja biarin aku lapar kubisa nahan". jawab jenny yang lansung pergi meninggalkan mereka. Dia sebenarnya masih lapar tapi karena ulah jing, jenny udah kenyang.
" iish....ini semua gara-gara lo". geram vigo
  Semuanya pun pergi meninggalkan jing yang terdiam bingung. Dia tidak tahu ada apa dengan jenny?, kenapa dia sangat kesal sekali.
" apa aku salah dengannya? ". kata jing

###---###

  Akhirnya jing diawal masuk sekolahnya dia sukses habis. Gak ada yang tahu bahwa dirinya bukan bangsa manusia tapi dari bangsa jin dan dia juga sukses mendekati jenny meskipun agak berantakan.
" eh tapi ngomong kemana tuh si jenny, kok tadi dia langsung pergi begitu aja". kata jing
  Baru juga diomongin orangnya udah muncul, tapi kenapa jenny pulang bareng sama si banci itu, batin jing. Jing pun gak mau diam saja dia harus menyamperi jenny.
" hai jenny".sapa jing saat udah sampai disamping jenny
" hai". jawab jenny ketus, dia masih marah dengan kejadian di kantin. Biarpun diketusin gituh jing tidak akan peka kalau jenny sedang marah dengannya.
" eh...ada si banci juga, kok kalian pulang bareng sih padahal kan beda kelas". ujar jing
" lo memang ngajak ribut ya, gue itu bukan banci tapi vigo, dan apa urusan lo kalau kita pulang bareng". jawab vigo dengan nada tinggi
" yah....si banci bisa marah ya, hahaha lucu juga kalau marah". kata jing dengan ketawa lepas
" lo tuh ya".
" sudah-sudah vigo". lerai jenny
" gue kasih tahu ke lo kalau jenny itu pacar gue, jadi lo jangan pernah deketin jenny".
" oh....pacar". sahut jing yang gak mengerti
" udah yuk vigo, kita pulang". ajak jenny
  Jenny dan vigo pun meninggalkan jing yang masih terbengong bingung. Disaat jing bingung plek datang seperti biasa yang selalu mengaggetkan jing.
" bos...kenapa jenny pulang bareng dengan cowok lain". sahut plek
" kamu itu ya, permisi dulu kenapa biar gak ngagetin orang aja".ujar jing sambil mengelus dada karena kaget.
" bos ini aneh-aneh aja, kemarin disuruh salam sekarang disuruh permisi....., mana ada sih bos dibangsa kita seperti itu".
" ya harus ada dong biar gak kalah dengan bangsa manusia".
" kita memang sudah kalah kok bos". kata plek pasrah
" kalah apanya? ".
" kalah imannya bos".
  Tuh kan manusia jing aja mengakui kalau iman kita bagus, maka dari itu kita harus meningkatkan iman kita agar tidak tergoyahkan oleh bangsa jin.
" plek kamu tahu tidak maksudnya pacaran? ". tanya jing
" gak bos, emang kenapa? ".
" mereka pulang bareng karena mereka pacaran plek".
" oh...ya sudah bos jangan sedih ya". hibur plek
" loh kok sedih sih plek". ujar jing bingung
" lah memang muka bos kelihatan sedih".
" ini bukan sedih plek tapi bingung, jin gak pernah sedih lagi karena dia gak punya perasaan".
" kalau gak punya perasaan lalu kenapa bos suka tuh cewek".
" karena aku jin jadi-jadian yang akan merasuki hati jenny".
" hahaha". tawa mereka bersamaan
  Jing pun mengajak plek pulang ke bangsanya sendiri, karena takutnya ada yang lihat kalau dia bicara dengan plek. Nanti dikira aku gila lagi karena bicara sendiri.

###---###

  Di dalam mobil, jenny merasa bingung dengan sikap jing. Karena kalau dia benar-benar suka denganku, kenapa tadi dia gak marah waktu vigo bilang aku pacarnya, justru dia sepertinya sangat tenang.
" seharusnya dia kan cemburu". ujar jenny yang ngedumel sendiri sampai-sampai vigo mendengarnya.
" ada apa jenny? ". tanya vigo sambil menyupir
" tidak apa-apa kok". jawab jenny berbohong
" aish.....aku bodoh, hampir saja ketahuan sama vigo". batinku
" oke". ujar vigo
" ehmm....vigo tadi kenapa kamu bilang ke jing kalau kita pacaran? ". tanya jenny menciptakan suasana agar tidak hening.
" karena kamu itu calon pacarku, jadi aku gak mau calon pacarku direbut cowok lain".
" kenapa calon? ". tanya jenny.
  Haduh....kenapa aku tanya seperti itu sih, issh aku bodoh....bodoh, sesal jenny dalam hati.
" oh....kamu mau kita pacaran beneran yah....".
" siapa bilang gak kok". kata jenny dengan mengalihkan pandangannya dari vigo.
" udah deh jenny, ngaku aja kamu juga suka aku kan". rayu vigo dengan memegang tanganya
" apa'an sih vigo gak kok".
" lalu kenapa kamu gak natap aku, pasti kamu malu benar kan".
  


Jenny pun bingung mau bilang apalagi, tapi untung saja dia sudah sampai dirumah jadi dia bisa kabur dari vigo.
  "muka kamu merah tuh jenny". teriak vigo ke jenny yang sudah masuk ke dalam.

###---###

  Mobil vigo pun lenyap ditelan bumi, jenny melihat kepergian vigo dari balik jendela. Dia merasa malu karena perkataannya barusan ke vigo.
" kenapa aku jadi tolol ginih sih".
" gak boleh jenny lo gak boleh suka dengan cowok tengil itu, tapi kenapa tadi aku merasa aneh dengan perasaanku ya!!! ".
" mungkin karena lo terpojok oleh omongan vigo, makanya perasaan lo jadi gak karuan gituh". ngedumel jenny
" loh....loh anak mama kenapa? kok pulang-pulang udah ngedumel sendiri ". tanya mama jenny yang entah sejak kapan ada disitu.
" jenny lagi kesal ma ". ujar jenny
" kenapa sayang? apa karena vigo lagi".
  Jenny memang selalu curhat ke mamanya, karena jenny menganggap mamanya seperti sahabat juga ibu, apalagi jenny anak tunggal jadi makin akrab aja deh.
  Makanya gak heran kalau mamanya tahu semua seluk beluk anaknya, dari teman-temannya bahkan juga cowok yang mendekati anaknya termasuk vigo.
" ya ma....jenny kesal dengan vigo, terus jenny juga kesal dengan jing ma".
" bukannya kamu selalu dibuat kesal sama si vigo".
" iya sih ma, tapi ini lebih parah lagi".
" ya udah toh itu artinya vigo benar-benar sayang sama kamu".
" tapi tunggu deh tadi kamu bilang juga kesal dengan jing, siapa itu? kok gak pernah dengar". ujar mama lagi
" jing itu teman baru jenny ma, dia murid baru ma, jing itu orangnya lucu gak tahu apa-apa pokoknya kalau mama bertemu dengan orangnya pasti tertawa terus deh, oh ya ma terus katanya dia suka dengan jenny". cerita jenny tentang jing sambil senyum-senyum.
" wah benarkah itu, mama jadi ingin tahu sosok jing yang sudah membuat anak kesayangan mama senyum-senyum sendiri".
" ah...mama bisa aja, pokoknya mama harus bertemu jing".
" oke deh, kamu ajak maen kesini ya kapan-kapan".
" siap bos". jawab jenny dengan tangannya yang hormat
" lalu kamu kenapa kesal dengan jing sayang, bukannya barusan kamu senang nyeritakan dia".
  Benar juga yang di bicarakan mama, aku tadi emang kesal dengannya tapi kenapa sekarang aku senang ya rasanya kalau nginget dia jadi ingin ketawa terus.
" ehmm....itu karena tadi bakso jenny dihabiskan sama dia, dia bilang jenny gak boleh makan itu soalnya kayak darah".


" benar dong sayang yang dia omongin, lagian kamu sih kebanyakan saos padahal sudah mama bilangin gak baik untuk kesehatan".
" tapi ma....jenny itu lapar banget tadi".
" oh kasihan anak mama lapar, ya sudah lebih baik sekarang kamu ganti baju dan makan, mama sudah nyiapain bola-bola mie pedas kesukaanmu". ujar mama sambil mengelus-elus kepalaku.
" wah...benar ma, makasih mamaku sayang ". jawab jenny yang lansung memeluk mamanya.
" ya sudah sekarang jenny mau ganti baju dulu". ujar jenny lagi sambil melepas pelukannya dan segera lekas pergi ke kamarnya.

###---###


  Pada saat jing sampai di bangsanya sendiri, tiba-tiba dia merasakan perutnya sakit seperti di tusuk-tusuk jarum. Dia merasa bingung kenapa dia bisa merasakan sakit ini, biasanya kan jin gak pernah sakit.
" bos kenapa? ". tanya plek yang melihat jing mondar-mandir kebingungan
" ini gawat plek...., gawat". jawab jing yang tetap mondar-mandir
" gawat kenapa bos?". tanya plek tak mengerti
" kenapa aku merasa kesakitan di perut".
" hah...bos sakit??". ujar plek tak percaya
" gak tahu, tapi aku merasa begitu".
" kok aneh sih bos, kan jin gak bisa sakit".
" terus kata bos yang sakit perut, memang bos habis makan apa?". tambah plek lagi
" aku gak tahu namanya, tapi tadi waktu di sekolah jenny makan darah terus aku larang tapi dia bandel, ya udah aku langsung memakannya". jelas jing
" jadi bos makan-makanan manusia?".
" iya".
" ya sudah bos harus segera ke dukun kita".
" gak mau, mungkin nanti hilang sakitnya".
" jangan bos diperiksa aja".
" baik deh".
  akhirnya jing mau pergi ke dukun juga, dia ditemani sama plek. Jangan salah sangka jin juga punya dukun tapi khusus yang menangani jin.
  Jujur saja aku belum pernah ke dukun sama sekali karena aku takut. Ketika aku sampai, rasanya aku ingin pergi saja dari sini. Tapi sudah terlanjur aku sudah sampai disini, dengan hati yang terpaksa aku masuk dan ku jelaskan maksudku kesini.



  


Comments

Popular posts from this blog

PUISI MATA BELINTAN BY VE

coffe love rain