CERPEN paling romantis dan terharu "PROMISE YOU"

“PROMISE YOU”

“ aishhh.....sialan gue kalah lagi ”. umpat gue
“ lo lagi main game ameba lagi? ”. tanya teman sekos gue yang bernama Siska
“ iyalah lo tahu sendiri kerjaan gue gimana”.
“ya gue tahu pekerjaan lo hanya chattingan dengan riko yang lo sendiri gak tahu orangnya, dan menurut gue lo hanya buang-buang waktu lo aja”.
“gue gak membuang waktu, gue justru memanfaatkan waktu luang gue agar gak bosan”.
“gue tahu lo memang pintar jadi lo lebih cepat mengerjakan tugas, tapi......”. ujarnya yang terpotong
“tapi apa siska? ”.
“ah....sudahlah percuma gue nasehatin lo panjang lebar, tapi gue selalu kalah dari omongan lo”.
“oke terserah”. Jawab gue yang kembali melanjutkan ngegame, dan Siska pun melanjutkan aktivitasnya sendiri.
            Yah.....inilah gue gadis yang tak terpisahkan dari laptop, gadis yang pecinta game ameba pigg. Permainan jepang yang bisa berchattingan dengan orang luar negeri termasuk Jepang dan kita juga bisa berchattingan dengan orang Indonesia tulen.
            Dan dari game ini gue mendapatkan banyak teman dari berbagai kalangan Negara, dan tak kalah banyaknya dari Indonesia pun juga ada,  meskipun berbeda daerah akan tetapi kita tetap satu jiwa dan satu tanah air.
            Gue mendapatkan teman cowok yang dia berasal dari Semarang, nama dia Riko. Gue atau pun dia belum mengerti muka kita aslinya gimana, akan tetapi gue yakin dia itu seorang yang sangat baik. Gue kira perkenalan kita hanyalah sebuah benang tipis yang mudah putus akan tetapi ternyata gue salah justru perkenalan kita menjadi seperti lem yang sangat lengket.
            Perkenalan yang hanya lewat game, yang terus berlanjut di facebook, dan bahkan gue juga chattingan dengan dia melalui WA. Bahkan Status awal kita yang hanya menjadi teman berlanjut menjadi sahabat bahkan sebuah kata cinta muncul diantara hubungan kita. Entah kenapa meskipun pembahasan kita di chat tidak ada yang penting, tapi bagi gue itu sangat berarti.
            Setiap malam gue selalu menunggu chat dari dia di WA, meskipun dia begitu lama gue akan tetap selalu menunggunya. Gue tahu dia lebih sibuk dari gue karena dia masih SMK kelas 3, sedangkan gue udah kuliah semester awal. Ketika dia sudah ngechat hati gue sangat bahagia rasanya seakan-akan gue terbang ke langit bebas.
Saat jam sudah menunjukkan pukul 23.00 rasanya gue ingin sekali menghentikannya dan memutar kembali jam itu, karena di saat pukul itulah gue akan berpisah untuk masuk kedunia mimpi kita masing-masing. Dan satu kata yang gue suka dari dia sebelum berpisah “besok lagi ya nayla, dan selamat malam J”.  Sebuah kata yang sangat indah dan membuat gue semangat untuk terus chattingan dengannya.
---000---
“hai bro ayo bangun, lo gak mau ikut kita”. Sahut sahabat korib gue yang bernama Anjur, namanya sangat aneh seperti wajah dia.
“ hoamm.....gue istirahat dululah, gue masih ngantuk berat nih ”. ujar gue yang masih malas bangun.
“ tadi malam lo ke warnet lagi ya buat ngegame lagi dan chattingan dengannya?”. Tanya Anjur
“iya”.
“apa lo gak takut?”. Tanyanya lagi yang membuat nyawa gue langsung terkumpul
“takut kenapa?”. Tanya gue yang langsung duduk bersilang di hadapannya dan menunggu respon dari Anjur
“lo kan tahu sendiri riko, lo tuh gimana orangnya”.
“ ya gue tahu, tapi kita sudah saling mencintai meskipun belum terucapkan secara langsung”.
“nah...karena itu riko, belum tentu nayla suka dengan lo saat dia tahu siapa lo sebenarnya”.
“memang kenapa kalau nayla sudah tahu, lagi pula gue bukan penjahat”.
“lo memang bukan penjahat tapi tampang lo itu riko, selera cewek sekarang lebih tinggi-tinggi rik, jadi lebih baik lo pikirkan lagi secara matang gue gak mau akhirnya lo akan menyesal nantinya”. Ujarnya yang langsung pergi meninggalkan gue.
            Gue terpaku terdiam seribu bahasa setelah mendengar perkataan Anjur. Perkataan dia terus teringat-ingat di benak pikiran gue. “Anjur benar bisa saja setelah nayla tahu gue, dia langsung pergi ninggalin gue, ah....tapi biarlah itu urusan nanti yang terpenting gue harus berusaha dulu”. Batin gue.
---000---
            Gue sangat suntup di kelas, karena anak-anak pada sibuk dengan dunia mereka sendiri. Teman sebangku gue masih belum nongol batang hidungnya. Ketika gue memainkan jari-jari gue di meja, akhirnya dia nongol juga.
“hai nayla gue punya kabar baik buat lo”. Sahutnya dengan wajah berseri
“berita apa? Berita super junior mau konser kesini ya hahaha”. Gurau gue
“yeee kalau itu impossible, tapi kalau berita yang gue bawa ini itu pasti jadi hadiah lo”.
“apa’an sih lauren gue jadi penasaran nih?”.  Jawab gue yang mulai serius dengannya
“oke oke gue beritahu, lo kan pandai tuh buat artikel nah gue dapat informasi ada perlombaan pembuatan artikel yang semenarik mungkin dan hadiahnya sangat besar lo nayla”.
“ahh....gue gak berminat lauren, lagi malas mikir gue”.
“tunggu dulu gue belum selesai ngomong kali, lo buat artikelnya bukan di sini tapi lo buat artikel di Semarang, jadi lo bisa liburan kesana sekalian lo cari imajinasi di Semarang”.
            Saat gue mendengarkan kata Semarang gue langsung bangkit berdiri dan meloncat kegirangan, gue tahu pasti teman-teman yang lihat gue mengira aneh seperti anak kecil, tapi gue tidak peduli. Karena yang gue pikirkan saat ini adalah lampu hijau bagi gue untuk bertemu dengan dia.
“oke gue mau lauren ikut lomba itu, gimana cara daftarnya? Terus kapan pemberangkatannya?”. Ujar gue yang tak segan-segan menerimanya
“kalau masalah daftar biar gue yang ngurusin, yang terpenting lo harus packing untuk ke Semarang besok”.
“apa besok lauren?”. Tanya gue syok
“iya nayla ku sayang”.
“oke deh gak masalah, kalau gitu gue sekarang harus minta izin pulang nih ke dosen”.
“yakin lo nayla mau minta izin?”.
“iya lah gue yakin ini kan juga demi universitas kita”.
“terserah lo deh nayla”.
“ok gue pamit dulu ya, gue serahkan masalah pendaftarannya ke lo, bye teman gue tercinta makasih informasinya”. Kata gue yang dengan memeluk lauren sebelum gue pergi menemui para dosen yang akan mengajar gue hari ini.
---000---
            Seperti dugaan gue mereka mengizinkan gue pulang, dan justru mereka menyuport gue agar gue bisa menang. Gue gak menyangka keinginan gue untuk bertemu dengannya akan terwujud, rasanya gue seperti mimpi dan kalau memang ini mimpi gue gak ingin bangun dari mimpi indah ini.
            Ketika sudah sampai di tempat kos-kosan gue, gue langsung mengambil koper dan memasukkan pakaian gue serta perlengkapan mandi plus make up.  Tapi saat gue asik dengan packing gue, ada seseorang yang masuk tiba-tiba dan bikin gue terkejut.
“lo mau kemana?”. Tanyanya yang ternyata si Siska
“eh lo ternyata sis, kalau masuk ketuk pintu dulu kek sis gue kaget tahu, untung gue gak punya penyakit jantungan, kalau gak lo bisa gue laporin, eh lo lagi libur nih?”.
“jangan mengalihkan pembicaraan nayla, jawab pertanyaan gue dulu”.
“gue mau ke Semarang nayla”. Jawab gue dengan girang
“apa??”. Tanyannya yang syok
“iya teman gue dapat informasi ada lomba pembuatan artikel dan itu diadakan di Semarang jadi gue langsung ikut”.
“sumpah ya nayla lo benar-benar gila sampai segitunya lo ingin menemuinya”.
“ah sudahlah siska jangan merusak kebahagiaan gue, ayo bantu-bantu gue packing nih terus nanti temanin gue juga ke supermaket”.
“gak gue gak ingin ikut campur urusan loh, dan gue gak mau kena marah ocehan orangtua lo”.
“kalau masalah itu gampang sis, gue akan izin ke mereka kalau ini kegiatan kampus jadi mereka bisa mengerti, lagi pula gue kan gak sepenuhnya bohong ke mereka”.
“sumpah lo gila banget nayla”. Ujar siska yang langsung pergi setelah memaki gue seperti itu
“ya sudah kalau lo gak mau bantu gue, gue bisa sendiri kok”. Teriak gue
---000---
            Seperti biasa malam ini gue pergi ke warnet, akan tetapi gue gak sendiri seperti biasanya karena gue di temanin Anjur, dia ingin ikut karena mau ngegame. Jari-jari gue mulai menari-nari dengan lincah di atas keyboard berchattingan dengannya. Satu kalimat yang bikin gue teriak histeris karena gak percaya “gue akan pergi ke Semarang untuk lomba, jadi kita bisa bertemu”
            Gue memukul bahu Anjur sebagai pelampiasan kesenangan gue.
“gila bro dia serius mau kesini, gue gak nyangka”.
“dia siapa?”.
“ya siapa lagi kalau bukan nayla”.
“nekat banget dia, terus gimana lo mau jemput dia di bandara?”.
“yah gak lah dia datang kesini kan di antar sama gurunya terus juga sama peserta lain”.
“terus kapan lo ketemuannya?”.
“ dia ngajak ketemuannya besoknya di bandara”.
“oke deh good luck ya bro”.
“oyi”.
“eh bro tapi penampilan gue besok harus gimana, ya biar kelihatan cakep dikitlah”.
“lo pakai aja kostum kresek kan gaul beda dari yang lain ”.
“lo kira gue gelandangan apa?”.
“hahaha”. Tawa anjur puas
“ah....sudahlah lo gak bantu gue”.
            Gue harap di saat-saat seperti ini ada lampu di kepala gue yang bersinar, gue sangat bingung pakaian yang harus gue pakai nanti waktu bertemu dengan nayla. Tak ada pakaian yang cocok untuk gue pakai di waktu hari terpenting seperti itu. “fiuh...gak peduli deh dengan penampilan gue nanti yang terpenting gue bisa bertemu dengan dia”.
---000---
            Di malam yang sangat dingin ini, gue berjalan sendiri tidak ada yang menemani hanya sinar lampu jalanan yang setia menemani setiap langkah gue.
“siska kenapa sih gak mau nemanin gue? Apa gue salah pergi ke Semarang? Dasar aneh dia gue kan juga ikut lomba”. Batin gue yang ngedumel sendiri di hati.
            Gue gak sabar menanti hari esok, hari kedatangan gue di Kota Semarang, kota yang sangat gue dambakan dan wajib gue kunjungi. Karena ada kepingan hati yang harus gue dapatkan, agar hati ini bisa menjadi utuh seutuhnya. Semoga pertemuan gue dengannya menjadi pertemuan yang tak bisa terlupakan, dan semoga juga bisa menjadi awal kisah cinta romantis kita.
---000---
Penerbangan yang cukup melelahkan, tapi rasa lelah itu hilang bagaikan ditelan bumi, ketika gue udah sampai di Kota Semarang gue sangat kagum dengan kota ini, kota yang sangat indah dan bersih, dan udaranya yang cukup segar. “hufhh...akhirnya gue sampai juga”. Batin gue lega
“anak-anak kita langsung ke hotel, setelah itu kita makan malam bersama dan langsung tidur, kalian boleh jalan-jalan mulai besok dan jangan lupa kerjakan artikel kalian, ingat kalian kesini bukan hanya rekreasi saja tapi juga lomba”. Tutur Bu Ike selaku guru pendamping kami.
“baik bu”. Jawab kami serempak.
---000---
            Inilah hari yang gue tunggu hingga sampai gue terjaga semalaman tak tidur hanya karena menunggu hari ini. Yah hari ini adalah hari yang membuat gue bisa bertatap muka dengannya secara langsung.
            Gue sekarang sudah ada di bandara sesuai dengan janji dia, kita akan bertemu dengannya disini. Drt...drtt...drtt.. suara handphone gue berbunyi, gue lihat nama orang yang menelpon ternyata nayla, gue langsung mengangkat teleponnya.
“kamu dimana?”. Tanyanya di seberang sana
“gue sudah di bandara, kamu dimana?”.
“gue juga sudah sampai”.
“lo pakai baju apa nayla?”.
“gue pakai rok dress biru polkadot putih”.
            Gue segera mencari cewek yang berpakaian seperti yang dia ucapkan, dan gue menememukannya ternyata dia di depan gue, tapi gue gak yakin kalau itu dia karena cewek itu membelakangi gue.
“apa lo pakai tas samping warna cream bentuk bulat bergambar kartun?”. Tanya gue untuk memastikan
“iya bener lo dimana?”.
“gue udah menemukan lo”. Jawab gue yang langsung menutup teleponnya. gue merapikan pakaian gue, dan segera menemuinya, tapi ketika dia menoleh ke arah gue, langkah kaki gue berhenti begitu saja.
 “gila dia cantik banget, sangat anggun dengan pakaianya”.batin gue. Gue segera melanjutkan langkah gue, karena gue kasihan melihatnya yang kebingungan mencari gue.
---000---
“mana sih dia, katanya udah tahu gue tapi kok gak datang-datang”. Gerutu gue kesal
            Gue mencari-cari ke sekeliling gue cowok yang sama seperti riko, tapi gue gak menemukannya. Mungkin karena gue hanya melihatnya lewat foto saja jadi gue gak tahu jelas mana dia. Ketika gue sudah mulai lelah mencarinya, ada seseorang yang menepuk bahu gue, gue pun langsung memutar badan.
“hai lo nayla kan?”. Tanyanya
“iya, lo riko?”. Tanya gue balik
“iya”.
            Ketika dia menjawab iya, tubuh gue langsung lemas rasanya gue ingin pingsan saja karena cowok yang di depan gue tidak seperti yang gue bayangkan.
“gak itu gak mungkin lo, riko gak mungkin seperti lo”. Ujarku yang masih tak percaya
“memang kenapa nayla? Lo gak percaya kalau ini gue”.
“iya gue gak percaya kalau itu lo, karena riko yang gue tahu dia itu baik dan dari foto lo di WA atau FB lo sangat terlihat keren dan rapi”.
“hah yang lo tahu itu hanyalah foto, bukan orang aslinya dan lo tahu sendiri kalau foto itu bisa menipu kita”.
“gak itu gak mungkin”. Ujar gue yang langsung pergi begitu saja meninggalkan dia.
            Gue gak menyangka kalau riko seperti itu, gue terus berlari mengikuti langkah kaki gue, gue ingin sekali menangis karena merasa terbohongi. “siska benar seharusnya gue gak boleh mudah percaya dengan orang yang belum gue kenal, dan seharusnya gue gak kesini”. Pupus sudah semangat gue untuk meneruskan artikel ini.
---000---
“hai bro cepat banget lo ngedatenya?”. Tanya anjur ke gue, tapi gue gak ingin menjawabnya karena yang gue rasakan sekarang hanya hati yang tersobek-sobek, yang rasanya sangat sakit sekali.
“kenapa lo bro, kok muka lo nekuk gitu seharusnya kan lo senang”. Tanyanya lagi
“hati gue hancur sekarang jur, jadi lo jangan tanya-tanya ke gue dulu”. Jawab gue yang langsung melangkah masuk ke dalam dengan gontai.
---000---
            Sudah lima hari gue di Semarang dan gue belum mengerjakan artikelnya sama sekali, karena gue udah pasrah untuk kalah. Gue sudah gak punya semangat lagi untuk melanjutkan lomba, semenjak gue tahu kalau riko seperti itu. Tapi entah kenapa gue terus memikirkan si riko, padahal udah jelas-jelas dia bohongin gue seharusnya gue melupakannya. Apa itu tandanya gue cinta sama dia. “hahaha mana mungkin gue suka dengan cowok seperti dia, gila kali gue”. Celoteh gue. Tapi ada kalimat yang muncul dalam pikiran gue “omongan bisa saja bohong tapi hati kita tak bisa berbohong”. Gue langsung mengambil HP dan langsung membuka chat gue dengan riko.
---000---
            Gue lihat nama jalan yang terpasang di atas gang kecil ini. “yah ini benar nama gangnya dan pasti itu rumahnya”. Waktu gue mulai berjalan masuk ke dalam, gue sangat iba melihatnya karena menurut gue kampung ini tidak pantas di huni, karena sangat kumuh sekali bisa menambah jumlah orang yang sakit aja. Gue lihat ada seorang dua pemuda yang sedang merokok dan ngobrol, rasa iba gue bertambah melihat mereka berdua. Karena gue berpikir kalau dua pemuda itu pasti seumuran dengannya, tapi sikap mereka seperti itu.
“permisi apa ini rumah riko?”. Tanya gue langsung pada poinnya ke mereka
“wah bro ada cewek cantik nih, kita sikat yuk”. Ujar cowok yang pakaian seperti preman
“betul banget lo bro ayo gue setuju”. Sahut teman satunya yang pakaiannya seperti anak punk
“eh tunggu dulu, jangan-jangan lo yang namanya nayla kan si gadis game?”. Tanya anak punk itu
“iya gue nayla”.
“ngapain lo cari riko, lo belum puas menyakitin hatinya, mangkanya lo datang kesini mau ngolok-ngolokin dia gitu hah”. Ujar cowok preman dengan nada tinggi
“kalian berdua salah gue kesini mau minta maaf”.
“apa lo bilang minta maaf, apa semudah itu lo minta maaf ke riko setelah membuat hati dia jadi hancur berkeping-keping, asal lo tahu ya dia rela tidur malam pergi ke warnet itu demi lo agar bisa chatan dengan lo”. Saat gue mendengar perkataan cowok punk tadi, air mata gue langsung mengalir begitu saja di pipi gue.
“tolong percayalah sama gue, gue kesini benar-benar ingin minta maaf ke dia, gue tahu gue salah karena udah ninggalin dia begitu saja kemarin”.
“ok gue percaya ke lo, ini gue kasih alamatnya lo datang aja kesini, dan inget kalau lo membuat dia hancur lagi, gue gak akan segan-segan memukul lo meskipun lo itu cewek”.
“baik terimakasih semua “. Jawab gue lega. Gue pun segera lekas pergi ke alamat yang mereka berikan ke gue.
---000---
            Saat gue sampai, gue gak menyangka kalau ternyata alamat ini tertuju ke panti asuhan. Gue segera mencari sosok riko, dan ketika gue masuk ada cowok yang sedang bergurau dengan anak-anak kecil, dari balik punggungnya gue yakin kalau itu riko. Gue gak tahu kalau dia mempunyai sisi baik juga.
“apa kamu nayla cewek yang di sukai riko?”. Tanya seseorang dari belakang
“iya bu benar”.
“saya yang mengurus panti asuhan ini, riko kemarin bilang mau ngajak pacarnya ke sini tapi ternyata waktu dia kesini hanya bekas tangisan air mata yang dia bawa”. Gue gak menyangka sampai segitunya riko mencintai gue, sedangkan gue cewek yang hanya bisa nyakitin hati cowok.
“ riko seperti anak saya sendiri, dia mulai SMP tinggal disini dan dia gak mau melanjutkan sekolahnya ke SMA, karena katanya dia ingin bekerja saja agar bisa dapat uang dan membantu panti asuhan ini”. Ini dia sisi kebaikan si riko yang gak gue tahu, ternyata gue sangat salah besar menilai dia.
“apa kamu tahu nak nayla kalau sebenarnya riko itu anak yatim piatu”. Gue hanya menggelengkan kepala saja, karena gue sangat syok mendengarnya.
“waktu dia masih baru masuk SMP orangtuanya meninggal karena kecelakaan beruntun, dan dia hanya memiliki omnya yang kaya raya dia sempat tinggal dengan om nya, tapi ketika dia menemukan anak bayi yang menangis kedinginan di tengah malam dia berubah pikiran, dia membawa bayi itu ke sini, dan bukan hanya bayi itu yang tinggal tapi dia juga tinggal di sini karena dia ingin merawat anak bayi itu sampai besar”.
“tapi bu seharusnya riko tidak bekerja jadi preman gitu, dia kan punya om yang kaya raya”.
“hahaha kamu benar nak nayla, tapi dia memohon ke om nya agar dia tidak perlu mengkhwatirkannya dan tidak perlu mengirimkan uang, karena riko ingin mencoba menjadi orang yang tidak punya agar dia bisa merasakan bagaimana rasa susahnya mencari uang, dan kamu tahu dia bukan bekerja preman tapi dia bekerja menjadi kuli bangunan dan terkadang juga mengamen mangkanya pakaian dia seperti itu, dan lihatlah panti asuhan ini sungguh megah bukan ini karena bantuan dari hasil kerja kerasnya, dan dia juga sudah berhasil menyekolahkan anak-anak disini”. Ujar ibunya yang cerita panjang lebar. Gue sangat tersentuh dengan cerita kehidupan riko, gue sungguh kagum dengannya karena masih ada orang yang peduli dengan anak-anak yatim piatu seperti dia. Air mata yang sempat berhenti kini mengalir menjadi lebih deras.
“kalau boleh tahu anak kecil yang di temukan riko apa sudah besar bu?”.
“lihatlah anak kecil cowok itu yang terlihat senang bermain dengan riko, itu adalah bayi yang di temukannya”. Ketika gue melihat anak cowok itu, riko melihat gue dan dia bangkit berdiri berjalan ke arah gue.
“ya sudah ibu tinggal dulu ya”. Pamit ibunya. Ketika ibu pengasuh itu sudah pergi, kini berganti dengan kedatangan riko.
“ngapain lo kesini? Bukannya lo gak mau bertemu gue lagi karena pakaian gue yang seperti preman”. Ujarnya yang ketus
“maaf maafin gue riko, gue salah udah nuduh lo yang gak enggak”. Ujar gue
“ngapain lo minta maaf, lo gak salah kok karena yang lo lakuin itu benar, cewek seperti lo gak pantas deketin gue, jadi sekarang lebih baik lo pergi saja dari sini bahkan kalau bisa lo pulang aja sana ”.
“gak gue gak akan pulang sebelum masalah gue sama lo selesai riko”.
“lo gak punya masalah sama gue, jadi lo pergi aja sekarang atau kalau lo gak mau pergi gue akan usir lo dengan cara kasar”.
“apa lo segitu marahnya sama gue? Gue cinta sama lo riko, gue sayang sama lo, apa perasaan lo udah berubah ke gue?”.
“hah jadi lo sekarang bilang cinta ke gue setelah lo tahu kisah gue yang sebenarnya atau lo jangan-jangan cinta sama gue karena gue punya om yang kaya raya, dasar lo sama aja dengan cewek-cewek yang lainnya matre”. Ujarnya yang lalu pergi meninggalkan gue. Tapi gue gak menyerah gue mengejarnya.
“lo salah riko gue benar-benar tulus mencintai lo, gue gak bisa melupakan lo di dalam pikiran gue hanya ada nama lo, mangkanya gue datang kesini itu karena gue mencarimu riko, gue gak mau kehilangan lo”. Ujar gue dengan menangis tersedu-sedu
“tapi lebih baik lo pergi dari sini sekarang juga, gue gak pantas untuk lo cintai”. Jawabnya yang membelakangiku
“lo gak boleh bilang gitu riko, gue benar-benar sayang sama lo, jadi maafin gue karena gue telat mengetahui perasaan gue yang sebenarnya”. Ujar gue dengan memeluknya dari belakang.
“apa lo yakin akan menerima gue apa adanya?”. Tanyanya dengan membalikkan badan
“iya riko gue janji gue gak akan ninggalin lo lagi”. Riko langsung memeluk gue dengan erat, gue pun membalas pelukannya dengan hangat.
“terimakasih ya udah menerima gue”.
“sama-sama riko”.
---000---
            Semangat gue yang hilang, kini kembali lagi karena gue sudah menemukan kepingan-kepingan hati ini. Riko memberiku saran agar membuat artikel tentangnya, dan gue sependapat dengannya karena dia memiliki sebuah kehidupan yang pantas di ketahui oleh orang lain, dan juga pantas di tiru bagi generasi muda seperti kita.
            Dan sekarang adalah hari perpisahan gue dengannya, sebelum kita berpisah. Dia mengajak gue jalan-jalan ke tempat pariwisata yang sangat bagus di Semarang. Perjalanan yang tak akan pernah gue lupakan. Dan dia berjanji dia akan menemui gue saat dia udah sukses nanti dan di saat itu pula dia juga akan menikahi gue.
            Pemenang juara pertama penulisan artikel jatuh pada gue, gue sangat senang karena hasil kerja keras gue tidak sia-sia, dan ini juga karena bantuan riko. Disini gue akan selalu menjaga hati gue dan gue juga akan selalu menunggu janji riko.
---THE END---






By 非花 ve viva




Comments

Popular posts from this blog

PUISI MATA BELINTAN BY VE

coffe love rain