CERPEN paling romantis dan terharu "PROMISE YOU"
“PROMISE YOU”
“ aishhh.....sialan gue
kalah lagi ”. umpat gue
“ lo lagi main game
ameba lagi? ”. tanya teman sekos gue yang bernama Siska
“ iyalah lo tahu
sendiri kerjaan gue gimana”.
“ya gue tahu pekerjaan
lo hanya chattingan dengan riko yang lo sendiri gak tahu orangnya, dan menurut
gue lo hanya buang-buang waktu lo aja”.
“gue gak membuang
waktu, gue justru memanfaatkan waktu luang gue agar gak bosan”.
“gue tahu lo memang
pintar jadi lo lebih cepat mengerjakan tugas, tapi......”. ujarnya yang
terpotong
“tapi apa siska? ”.
“ah....sudahlah percuma
gue nasehatin lo panjang lebar, tapi gue selalu kalah dari omongan lo”.
“oke terserah”. Jawab
gue yang kembali melanjutkan ngegame, dan Siska pun melanjutkan aktivitasnya
sendiri.
Yah.....inilah gue gadis yang tak terpisahkan dari
laptop, gadis yang pecinta game ameba pigg. Permainan jepang yang bisa
berchattingan dengan orang luar negeri termasuk Jepang dan kita juga bisa
berchattingan dengan orang Indonesia tulen.
Dan dari game ini gue mendapatkan banyak teman dari berbagai
kalangan Negara, dan tak kalah banyaknya dari Indonesia pun juga ada, meskipun berbeda daerah akan tetapi kita
tetap satu jiwa dan satu tanah air.
Gue mendapatkan teman cowok yang dia berasal dari
Semarang, nama dia Riko. Gue atau pun dia belum mengerti muka kita aslinya
gimana, akan tetapi gue yakin dia itu seorang yang sangat baik. Gue kira
perkenalan kita hanyalah sebuah benang tipis yang mudah putus akan tetapi
ternyata gue salah justru perkenalan kita menjadi seperti lem yang sangat
lengket.
Perkenalan yang hanya lewat game, yang terus berlanjut di
facebook, dan bahkan gue juga chattingan dengan dia melalui WA. Bahkan Status
awal kita yang hanya menjadi teman berlanjut menjadi sahabat bahkan sebuah kata
cinta muncul diantara hubungan kita. Entah kenapa meskipun pembahasan kita di
chat tidak ada yang penting, tapi bagi gue itu sangat berarti.
Setiap malam gue selalu menunggu chat dari dia di WA,
meskipun dia begitu lama gue akan tetap selalu menunggunya. Gue tahu dia lebih
sibuk dari gue karena dia masih SMK kelas 3, sedangkan gue udah kuliah semester
awal. Ketika dia sudah ngechat hati gue sangat bahagia rasanya seakan-akan gue
terbang ke langit bebas.
Saat
jam sudah menunjukkan pukul 23.00 rasanya gue ingin sekali menghentikannya dan
memutar kembali jam itu, karena di saat pukul itulah gue akan berpisah untuk
masuk kedunia mimpi kita masing-masing. Dan satu kata yang gue suka dari dia
sebelum berpisah “besok lagi ya nayla,
dan selamat malam J”.
Sebuah kata yang sangat indah dan membuat gue
semangat untuk terus chattingan dengannya.
---000---
“hai bro ayo bangun, lo
gak mau ikut kita”. Sahut sahabat korib gue yang bernama Anjur, namanya sangat
aneh seperti wajah dia.
“ hoamm.....gue
istirahat dululah, gue masih ngantuk berat nih ”. ujar gue yang masih malas
bangun.
“ tadi malam lo ke
warnet lagi ya buat ngegame lagi dan chattingan dengannya?”. Tanya Anjur
“iya”.
“apa lo gak takut?”.
Tanyanya lagi yang membuat nyawa gue langsung terkumpul
“takut kenapa?”. Tanya
gue yang langsung duduk bersilang di hadapannya dan menunggu respon dari Anjur
“lo kan tahu sendiri
riko, lo tuh gimana orangnya”.
“ ya gue tahu, tapi
kita sudah saling mencintai meskipun belum terucapkan secara langsung”.
“nah...karena itu riko,
belum tentu nayla suka dengan lo saat dia tahu siapa lo sebenarnya”.
“memang kenapa kalau
nayla sudah tahu, lagi pula gue bukan penjahat”.
“lo memang bukan
penjahat tapi tampang lo itu riko, selera cewek sekarang lebih tinggi-tinggi
rik, jadi lebih baik lo pikirkan lagi secara matang gue gak mau akhirnya lo
akan menyesal nantinya”. Ujarnya yang langsung pergi meninggalkan gue.
Gue terpaku terdiam seribu bahasa setelah mendengar
perkataan Anjur. Perkataan dia terus teringat-ingat di benak pikiran gue. “Anjur
benar bisa saja setelah nayla tahu gue, dia langsung pergi ninggalin gue,
ah....tapi biarlah itu urusan nanti yang terpenting gue harus berusaha dulu”.
Batin gue.
---000---
Gue sangat suntup di kelas, karena anak-anak pada sibuk
dengan dunia mereka sendiri. Teman sebangku gue masih belum nongol batang
hidungnya. Ketika gue memainkan jari-jari gue di meja, akhirnya dia nongol
juga.
“hai nayla gue punya
kabar baik buat lo”. Sahutnya dengan wajah berseri
“berita apa? Berita
super junior mau konser kesini ya hahaha”. Gurau gue
“yeee kalau itu
impossible, tapi kalau berita yang gue bawa ini itu pasti jadi hadiah lo”.
“apa’an sih lauren gue
jadi penasaran nih?”. Jawab gue yang
mulai serius dengannya
“oke oke gue beritahu,
lo kan pandai tuh buat artikel nah gue dapat informasi ada perlombaan pembuatan
artikel yang semenarik mungkin dan hadiahnya sangat besar lo nayla”.
“ahh....gue gak
berminat lauren, lagi malas mikir gue”.
“tunggu dulu gue belum
selesai ngomong kali, lo buat artikelnya bukan di sini tapi lo buat artikel di
Semarang, jadi lo bisa liburan kesana sekalian lo cari imajinasi di Semarang”.
Saat gue mendengarkan kata Semarang gue langsung bangkit
berdiri dan meloncat kegirangan, gue tahu pasti teman-teman yang lihat gue
mengira aneh seperti anak kecil, tapi gue tidak peduli. Karena yang gue pikirkan
saat ini adalah lampu hijau bagi gue untuk bertemu dengan dia.
“oke gue mau lauren
ikut lomba itu, gimana cara daftarnya? Terus kapan pemberangkatannya?”. Ujar
gue yang tak segan-segan menerimanya
“kalau masalah daftar
biar gue yang ngurusin, yang terpenting lo harus packing untuk ke Semarang
besok”.
“apa besok lauren?”.
Tanya gue syok
“iya nayla ku sayang”.
“oke deh gak masalah,
kalau gitu gue sekarang harus minta izin pulang nih ke dosen”.
“yakin lo nayla mau
minta izin?”.
“iya lah gue yakin ini
kan juga demi universitas kita”.
“terserah lo deh
nayla”.
“ok gue pamit dulu ya,
gue serahkan masalah pendaftarannya ke lo, bye teman gue tercinta makasih
informasinya”. Kata gue yang dengan memeluk lauren sebelum gue pergi menemui
para dosen yang akan mengajar gue hari ini.
---000---
Seperti dugaan gue mereka mengizinkan gue pulang, dan
justru mereka menyuport gue agar gue bisa menang. Gue gak menyangka keinginan
gue untuk bertemu dengannya akan terwujud, rasanya gue seperti mimpi dan kalau
memang ini mimpi gue gak ingin bangun dari mimpi indah ini.
Ketika sudah sampai di tempat kos-kosan gue, gue langsung
mengambil koper dan memasukkan pakaian gue serta perlengkapan mandi plus make
up. Tapi saat gue asik dengan packing
gue, ada seseorang yang masuk tiba-tiba dan bikin gue terkejut.
“lo mau kemana?”.
Tanyanya yang ternyata si Siska
“eh lo ternyata sis,
kalau masuk ketuk pintu dulu kek sis gue kaget tahu, untung gue gak punya
penyakit jantungan, kalau gak lo bisa gue laporin, eh lo lagi libur nih?”.
“jangan mengalihkan
pembicaraan nayla, jawab pertanyaan gue dulu”.
“gue mau ke Semarang
nayla”. Jawab gue dengan girang
“apa??”. Tanyannya yang
syok
“iya teman gue dapat
informasi ada lomba pembuatan artikel dan itu diadakan di Semarang jadi gue
langsung ikut”.
“sumpah ya nayla lo
benar-benar gila sampai segitunya lo ingin menemuinya”.
“ah sudahlah siska
jangan merusak kebahagiaan gue, ayo bantu-bantu gue packing nih terus nanti
temanin gue juga ke supermaket”.
“gak gue gak ingin ikut
campur urusan loh, dan gue gak mau kena marah ocehan orangtua lo”.
“kalau masalah itu
gampang sis, gue akan izin ke mereka kalau ini kegiatan kampus jadi mereka bisa
mengerti, lagi pula gue kan gak sepenuhnya bohong ke mereka”.
“sumpah lo gila banget
nayla”. Ujar siska yang langsung pergi setelah memaki gue seperti itu
“ya sudah kalau lo gak
mau bantu gue, gue bisa sendiri kok”. Teriak gue
---000---
Seperti biasa malam ini gue pergi ke warnet, akan tetapi
gue gak sendiri seperti biasanya karena gue di temanin Anjur, dia ingin ikut
karena mau ngegame. Jari-jari gue mulai menari-nari dengan lincah di atas
keyboard berchattingan dengannya. Satu kalimat yang bikin gue teriak histeris
karena gak percaya “gue akan pergi ke
Semarang untuk lomba, jadi kita bisa bertemu”
Gue memukul bahu Anjur sebagai pelampiasan kesenangan
gue.
“gila bro dia serius
mau kesini, gue gak nyangka”.
“dia siapa?”.
“ya siapa lagi kalau
bukan nayla”.
“nekat banget dia,
terus gimana lo mau jemput dia di bandara?”.
“yah gak lah dia datang
kesini kan di antar sama gurunya terus juga sama peserta lain”.
“terus kapan lo
ketemuannya?”.
“ dia ngajak
ketemuannya besoknya di bandara”.
“oke deh good luck ya
bro”.
“oyi”.
“eh bro tapi penampilan
gue besok harus gimana, ya biar kelihatan cakep dikitlah”.
“lo pakai aja kostum
kresek kan gaul beda dari yang lain ”.
“lo kira gue
gelandangan apa?”.
“hahaha”. Tawa anjur
puas
“ah....sudahlah lo gak
bantu gue”.
Gue harap di saat-saat seperti ini ada lampu di kepala
gue yang bersinar, gue sangat bingung pakaian yang harus gue pakai nanti waktu
bertemu dengan nayla. Tak ada pakaian yang cocok untuk gue pakai di waktu hari
terpenting seperti itu. “fiuh...gak peduli deh dengan penampilan gue nanti yang
terpenting gue bisa bertemu dengan dia”.
---000---
Di
malam yang sangat dingin ini, gue berjalan sendiri tidak ada yang menemani
hanya sinar lampu jalanan yang setia menemani setiap langkah gue.
“siska kenapa sih gak mau nemanin gue? Apa gue salah pergi ke Semarang? Dasar aneh dia gue kan juga ikut lomba”. Batin gue yang ngedumel sendiri di hati.
“siska kenapa sih gak mau nemanin gue? Apa gue salah pergi ke Semarang? Dasar aneh dia gue kan juga ikut lomba”. Batin gue yang ngedumel sendiri di hati.
Gue gak sabar menanti hari esok, hari kedatangan gue di
Kota Semarang, kota yang sangat gue dambakan dan wajib gue kunjungi. Karena ada
kepingan hati yang harus gue dapatkan, agar hati ini bisa menjadi utuh
seutuhnya. Semoga pertemuan gue dengannya menjadi pertemuan yang tak bisa
terlupakan, dan semoga juga bisa menjadi awal kisah cinta romantis kita.
---000---
Penerbangan
yang cukup melelahkan, tapi rasa lelah itu hilang bagaikan ditelan bumi, ketika
gue udah sampai di Kota Semarang gue sangat kagum dengan kota ini, kota yang
sangat indah dan bersih, dan udaranya yang cukup segar. “hufhh...akhirnya gue
sampai juga”. Batin gue lega
“anak-anak kita
langsung ke hotel, setelah itu kita makan malam bersama dan langsung tidur,
kalian boleh jalan-jalan mulai besok dan jangan lupa kerjakan artikel kalian,
ingat kalian kesini bukan hanya rekreasi saja tapi juga lomba”. Tutur Bu Ike
selaku guru pendamping kami.
“baik bu”. Jawab kami
serempak.
---000---
Inilah hari yang gue tunggu hingga sampai gue terjaga
semalaman tak tidur hanya karena menunggu hari ini. Yah hari ini adalah hari
yang membuat gue bisa bertatap muka dengannya secara langsung.
Gue sekarang sudah ada di bandara sesuai dengan janji
dia, kita akan bertemu dengannya disini. Drt...drtt...drtt.. suara handphone
gue berbunyi, gue lihat nama orang yang menelpon ternyata nayla, gue langsung
mengangkat teleponnya.
“kamu dimana?”.
Tanyanya di seberang sana
“gue sudah di bandara,
kamu dimana?”.
“gue juga sudah
sampai”.
“lo pakai baju apa
nayla?”.
“gue pakai rok dress
biru polkadot putih”.
Gue segera mencari cewek yang berpakaian seperti yang dia
ucapkan, dan gue menememukannya ternyata dia di depan gue, tapi gue gak yakin
kalau itu dia karena cewek itu membelakangi gue.
“apa lo pakai tas
samping warna cream bentuk bulat bergambar kartun?”. Tanya gue untuk memastikan
“iya bener lo dimana?”.
“gue udah menemukan lo”.
Jawab gue yang langsung menutup teleponnya. gue merapikan pakaian gue, dan
segera menemuinya, tapi ketika dia menoleh ke arah gue, langkah kaki gue
berhenti begitu saja.
“gila dia cantik banget, sangat anggun dengan
pakaianya”.batin gue. Gue segera melanjutkan langkah gue, karena gue kasihan
melihatnya yang kebingungan mencari gue.
---000---
“mana sih dia, katanya
udah tahu gue tapi kok gak datang-datang”. Gerutu gue kesal
Gue mencari-cari ke sekeliling gue cowok yang sama
seperti riko, tapi gue gak menemukannya. Mungkin karena gue hanya melihatnya
lewat foto saja jadi gue gak tahu jelas mana dia. Ketika gue sudah mulai lelah
mencarinya, ada seseorang yang menepuk bahu gue, gue pun langsung memutar
badan.
“hai lo nayla kan?”.
Tanyanya
“iya, lo riko?”. Tanya
gue balik
“iya”.
Ketika dia menjawab iya, tubuh gue langsung lemas rasanya
gue ingin pingsan saja karena cowok yang di depan gue tidak seperti yang gue
bayangkan.
“gak itu gak mungkin
lo, riko gak mungkin seperti lo”. Ujarku yang masih tak percaya
“memang kenapa nayla?
Lo gak percaya kalau ini gue”.
“iya gue gak percaya
kalau itu lo, karena riko yang gue tahu dia itu baik dan dari foto lo di WA
atau FB lo sangat terlihat keren dan rapi”.
“hah yang lo tahu itu
hanyalah foto, bukan orang aslinya dan lo tahu sendiri kalau foto itu bisa
menipu kita”.
“gak itu gak mungkin”.
Ujar gue yang langsung pergi begitu saja meninggalkan dia.
Gue gak menyangka kalau riko seperti itu, gue terus
berlari mengikuti langkah kaki gue, gue ingin sekali menangis karena merasa
terbohongi. “siska benar seharusnya gue gak boleh mudah percaya dengan orang
yang belum gue kenal, dan seharusnya gue gak kesini”. Pupus sudah semangat gue
untuk meneruskan artikel ini.
---000---
“hai bro cepat banget
lo ngedatenya?”. Tanya anjur ke gue, tapi gue gak ingin menjawabnya karena yang
gue rasakan sekarang hanya hati yang tersobek-sobek, yang rasanya sangat sakit
sekali.
“kenapa lo bro, kok
muka lo nekuk gitu seharusnya kan lo senang”. Tanyanya lagi
“hati gue hancur
sekarang jur, jadi lo jangan tanya-tanya ke gue dulu”. Jawab gue yang langsung
melangkah masuk ke dalam dengan gontai.
---000---
Sudah lima hari gue di Semarang dan gue belum mengerjakan
artikelnya sama sekali, karena gue udah pasrah untuk kalah. Gue sudah gak punya
semangat lagi untuk melanjutkan lomba, semenjak gue tahu kalau riko seperti
itu. Tapi entah kenapa gue terus memikirkan si riko, padahal udah jelas-jelas
dia bohongin gue seharusnya gue melupakannya. Apa itu tandanya gue cinta sama
dia. “hahaha mana mungkin gue suka dengan cowok seperti dia, gila kali gue”. Celoteh
gue. Tapi ada kalimat yang muncul dalam pikiran gue “omongan bisa saja bohong tapi hati kita tak bisa berbohong”. Gue
langsung mengambil HP dan langsung membuka chat gue dengan riko.
---000---
Gue lihat nama jalan yang terpasang di atas gang kecil
ini. “yah ini benar nama gangnya dan pasti itu rumahnya”. Waktu gue mulai
berjalan masuk ke dalam, gue sangat iba melihatnya karena menurut gue kampung
ini tidak pantas di huni, karena sangat kumuh sekali bisa menambah jumlah orang
yang sakit aja. Gue lihat ada seorang dua pemuda yang sedang merokok dan
ngobrol, rasa iba gue bertambah melihat mereka berdua. Karena gue berpikir
kalau dua pemuda itu pasti seumuran dengannya, tapi sikap mereka seperti itu.
“permisi apa ini rumah
riko?”. Tanya gue langsung pada poinnya ke mereka
“wah bro ada cewek
cantik nih, kita sikat yuk”. Ujar cowok yang pakaian seperti preman
“betul banget lo bro
ayo gue setuju”. Sahut teman satunya yang pakaiannya seperti anak punk
“eh tunggu dulu, jangan-jangan
lo yang namanya nayla kan si gadis game?”. Tanya anak punk itu
“iya gue nayla”.
“ngapain lo cari riko,
lo belum puas menyakitin hatinya, mangkanya lo datang kesini mau
ngolok-ngolokin dia gitu hah”. Ujar cowok preman dengan nada tinggi
“kalian berdua salah
gue kesini mau minta maaf”.
“apa lo bilang minta
maaf, apa semudah itu lo minta maaf ke riko setelah membuat hati dia jadi
hancur berkeping-keping, asal lo tahu ya dia rela tidur malam pergi ke warnet
itu demi lo agar bisa chatan dengan lo”. Saat gue mendengar perkataan cowok
punk tadi, air mata gue langsung mengalir begitu saja di pipi gue.
“tolong percayalah sama
gue, gue kesini benar-benar ingin minta maaf ke dia, gue tahu gue salah karena
udah ninggalin dia begitu saja kemarin”.
“ok gue percaya ke lo,
ini gue kasih alamatnya lo datang aja kesini, dan inget kalau lo membuat dia
hancur lagi, gue gak akan segan-segan memukul lo meskipun lo itu cewek”.
“baik terimakasih semua
“. Jawab gue lega. Gue pun segera lekas pergi ke alamat yang mereka berikan ke
gue.
---000---
Saat gue sampai, gue gak menyangka kalau ternyata alamat
ini tertuju ke panti asuhan. Gue segera mencari sosok riko, dan ketika gue
masuk ada cowok yang sedang bergurau dengan anak-anak kecil, dari balik
punggungnya gue yakin kalau itu riko. Gue gak tahu kalau dia mempunyai sisi
baik juga.
“apa kamu nayla cewek
yang di sukai riko?”. Tanya seseorang dari belakang
“iya bu benar”.
“saya yang mengurus
panti asuhan ini, riko kemarin bilang mau ngajak pacarnya ke sini tapi ternyata
waktu dia kesini hanya bekas tangisan air mata yang dia bawa”. Gue gak
menyangka sampai segitunya riko mencintai gue, sedangkan gue cewek yang hanya
bisa nyakitin hati cowok.
“ riko seperti anak
saya sendiri, dia mulai SMP tinggal disini dan dia gak mau melanjutkan
sekolahnya ke SMA, karena katanya dia ingin bekerja saja agar bisa dapat uang
dan membantu panti asuhan ini”. Ini dia sisi kebaikan si riko yang gak gue tahu,
ternyata gue sangat salah besar menilai dia.
“apa kamu tahu nak
nayla kalau sebenarnya riko itu anak yatim piatu”. Gue hanya menggelengkan
kepala saja, karena gue sangat syok mendengarnya.
“waktu dia masih baru
masuk SMP orangtuanya meninggal karena kecelakaan beruntun, dan dia hanya
memiliki omnya yang kaya raya dia sempat tinggal dengan om nya, tapi ketika dia
menemukan anak bayi yang menangis kedinginan di tengah malam dia berubah
pikiran, dia membawa bayi itu ke sini, dan bukan hanya bayi itu yang tinggal
tapi dia juga tinggal di sini karena dia ingin merawat anak bayi itu sampai
besar”.
“tapi bu seharusnya
riko tidak bekerja jadi preman gitu, dia kan punya om yang kaya raya”.
“hahaha kamu benar nak
nayla, tapi dia memohon ke om nya agar dia tidak perlu mengkhwatirkannya dan
tidak perlu mengirimkan uang, karena riko ingin mencoba menjadi orang yang
tidak punya agar dia bisa merasakan bagaimana rasa susahnya mencari uang, dan
kamu tahu dia bukan bekerja preman tapi dia bekerja menjadi kuli bangunan dan
terkadang juga mengamen mangkanya pakaian dia seperti itu, dan lihatlah panti
asuhan ini sungguh megah bukan ini karena bantuan dari hasil kerja kerasnya,
dan dia juga sudah berhasil menyekolahkan anak-anak disini”. Ujar ibunya yang
cerita panjang lebar. Gue sangat tersentuh dengan cerita kehidupan riko, gue
sungguh kagum dengannya karena masih ada orang yang peduli dengan anak-anak
yatim piatu seperti dia. Air mata yang sempat berhenti kini mengalir menjadi
lebih deras.
“kalau boleh tahu anak
kecil yang di temukan riko apa sudah besar bu?”.
“lihatlah anak kecil
cowok itu yang terlihat senang bermain dengan riko, itu adalah bayi yang di
temukannya”. Ketika gue melihat anak cowok itu, riko melihat gue dan dia
bangkit berdiri berjalan ke arah gue.
“ya sudah ibu tinggal
dulu ya”. Pamit ibunya. Ketika ibu pengasuh itu sudah pergi, kini berganti
dengan kedatangan riko.
“ngapain lo kesini?
Bukannya lo gak mau bertemu gue lagi karena pakaian gue yang seperti preman”.
Ujarnya yang ketus
“maaf maafin gue riko,
gue salah udah nuduh lo yang gak enggak”. Ujar gue
“ngapain lo minta maaf,
lo gak salah kok karena yang lo lakuin itu benar, cewek seperti lo gak pantas
deketin gue, jadi sekarang lebih baik lo pergi saja dari sini bahkan kalau bisa
lo pulang aja sana ”.
“gak gue gak akan
pulang sebelum masalah gue sama lo selesai riko”.
“lo gak punya masalah
sama gue, jadi lo pergi aja sekarang atau kalau lo gak mau pergi gue akan usir
lo dengan cara kasar”.
“apa lo segitu marahnya
sama gue? Gue cinta sama lo riko, gue sayang sama lo, apa perasaan lo udah
berubah ke gue?”.
“hah jadi lo sekarang
bilang cinta ke gue setelah lo tahu kisah gue yang sebenarnya atau lo
jangan-jangan cinta sama gue karena gue punya om yang kaya raya, dasar lo sama
aja dengan cewek-cewek yang lainnya matre”. Ujarnya yang lalu pergi
meninggalkan gue. Tapi gue gak menyerah gue mengejarnya.
“lo salah riko gue
benar-benar tulus mencintai lo, gue gak bisa melupakan lo di dalam pikiran gue
hanya ada nama lo, mangkanya gue datang kesini itu karena gue mencarimu riko,
gue gak mau kehilangan lo”. Ujar gue dengan menangis tersedu-sedu
“tapi lebih baik lo
pergi dari sini sekarang juga, gue gak pantas untuk lo cintai”. Jawabnya yang
membelakangiku
“lo gak boleh bilang
gitu riko, gue benar-benar sayang sama lo, jadi maafin gue karena gue telat
mengetahui perasaan gue yang sebenarnya”. Ujar gue dengan memeluknya dari
belakang.
“apa lo yakin akan
menerima gue apa adanya?”. Tanyanya dengan membalikkan badan
“iya riko gue janji gue
gak akan ninggalin lo lagi”. Riko langsung memeluk gue dengan erat, gue pun
membalas pelukannya dengan hangat.
“terimakasih ya udah
menerima gue”.
“sama-sama riko”.
---000---
Semangat gue yang hilang, kini kembali lagi karena gue
sudah menemukan kepingan-kepingan hati ini. Riko memberiku saran agar membuat
artikel tentangnya, dan gue sependapat dengannya karena dia memiliki sebuah
kehidupan yang pantas di ketahui oleh orang lain, dan juga pantas di tiru bagi
generasi muda seperti kita.
Dan sekarang adalah hari perpisahan gue dengannya,
sebelum kita berpisah. Dia mengajak gue jalan-jalan ke tempat pariwisata yang
sangat bagus di Semarang. Perjalanan yang tak akan pernah gue lupakan. Dan dia
berjanji dia akan menemui gue saat dia udah sukses nanti dan di saat itu pula
dia juga akan menikahi gue.
Pemenang juara pertama penulisan artikel jatuh pada gue,
gue sangat senang karena hasil kerja keras gue tidak sia-sia, dan ini juga
karena bantuan riko. Disini gue akan selalu menjaga hati gue dan gue juga akan
selalu menunggu janji riko.
---THE END---
By 非花
(ve viva)

Comments
Post a Comment