cerpen wawancara vs pengusaha

Impian kadang terwujud tidak seperti yang kita inginkan, melainkan dari impian tersebutlah kita akan bisa menjadi orang yang baik.
Di pagi yang cerah ini, aku akan memulai pekerjaan baruku. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya, karena aku sudah mendapakatkan pekerjaan ini dengan susah payah, meskipun tidak sesuai dengan yang aku inginkan.
Aku berangkat dengan menggunakan baju dress yang dipadu dengan blezer warna putih. Aku urai rambutku yang panjang dan aku pakai bandu warna biru. Saat selesai aku lekas pergi berangkat karena aku tidak mau di awal bekerja sudah telat, pasti di mata bos nanti aku malas.
Waktu aku sampai, aku segera menemui bos ku di dalam ruangannya. Saat aku masuk, ku lihat atasanku duduk dikursinya yang berputar dengan jas hitamnya. Tampak sangat keren sekali, usia dia tidak jauh berbeda denganku, hanya beda satu tahun aja.
“ selamat pagi bos”. Sapaku ke dia, jujur saja sih aku belum tahu namanya.
“ oh...pagi, kau wartawan baru ya?”. tanyanya yang cuek. “ huh...mentang-mentang atasan gayanya belagak banget”. gumamku dalam hati
“ eh iya bos”
“ jangan panggil aku bos, aku gak mau dipandang sama orang lain sebagai atasan, panggil aja aku Miko biar lebih dekat”. ujarnya
“ baik pak miko”.
“ jangan panggil aku pak dong, memang aku kelihatan tua ya..!, panggil miko aja tanpa pak oke...”.katanya yang ternyata dugaanku salah tentang sifatnya.
“ iya kelihatan tua karena kau pakai jas, yang menurutku seperti bapak-bapak mau melamar, tapi oke deh aku panggil miko”. Sahutku bercanda
“ terus kalau gituh pakek apa dong....?”.
“ pakai kemeja aja, biar sama seperti usiamu”.
“ baik besok aku akan pakai kemeja, biar kamu gak panggilku pak”. Nih orang kenapa nurut banget sih dengan aku, lagian aku kan hanya bercanda. Meskipun dia memakai jas tetap keren kok dimata para cewek.
“ hahaha....terserah, ehmm...miko tugas aku apa?”. Tanyaku ke miko, karena aku kan baru pemula sebagai wartawan.
“ tugas kamu ya wawancaralah, masak mengepel”. Candanya yang menurutku gak lucu. Aku langsung manyun setelah mendengar ucapan miko itu, aku tahu tugasku wawancara gini-gini kan aku gak bodoh amat.
“ ginih deh.... sekarang ada wawancara eksklusif para artis pendatang baru, nah kamu ikut aja sama wartawan-wartawan yang lain biar aku bisa tahu kemampuanmu”. tambah miko
“ baik miko akan aku buktikan, kalau aku bisa”.
“ oke silakan”. Ujarnya sambil menyuruhku keluar
            Aku pun keluar, dan segera ikut bergabung dengan para wartawan yang lain. yang kelihatannya mau siap-siap berangkat.
----000----
Akhirnya aku dan para wartawan yang lain sudah tiba di tempat perkumpulan artis pendatang baru, yang ternyata di perusahaan WE. Saat aku masuk, aku sungguh takjub dengan keadaan di dalamnya. Bukan karena terdapat para artis-artis yang cantik dan keren aja tapi juga karena perusahaannya yang sangat bagus, desain interiornya sungguh memikat hati bagi yang melihatnya. Tapi wajar aja sih perusahaan ini keren, karena perusahaan ini kan sangat terkenal terus artis-artisnya juga pada terkenal semua dengan kemampuan beraktingnya, bernyanyi, dance, dll.
Saat sekian lama aku menunggu, akhirnya para artis yang akan di wawancarai datang diikuti dengan pria yang sangat keren dengan matanya yang sangat indah. Menurutku mata itu bisa memikat hati para cewek, yang meskipun hanya satu kedipan aja.
Waktu mereka sudah duduk, wartawan sudah siap memberikan makanan dengan pertanyaannya itu. mereka semua pada berbondong-bondong bertanya, dan para artis menjawabnya dengan sebisa mereka. Aku yang melihat mereka hanya duduk terdiam, aku bingung aku mau bertanya apa ke mereka, aku kan belum pernah mewawancarai seseorang. Tapi entah kenapa tiba-tiba aku melontarkan pertanyaan ke mereka.
“ berapa ukuran sepatu kalian?”. Tanyaku ke mereka dengan mengangkat tangan dan lantang. Ketika aku selesai bertanya mereka tertawa semua, aku bingung dengan mereka apa pertanyaanku salah, aku rasa sih tidak karena biasanya kan orang-orang yang kepo suka bertanya tentang nomer sepatu.” Hei apa yang kamu tanyakan, jangan membuat para wartawan malu”, Bisik wartawan yang disebelahku. Aku hanya menunduk lemas karena kesal dengannya dan malu.
“ maaf kita akan menjawab pertanyaan yang bermutu saja”. Ujar cowok mata indah itu.” apa jadi dia kira pertanyaanku gak bermutu gituh, perasaan kalau dia mau membelikan sepatu ceweknya pasti harus tahu nomernya dulu kan, huh....nyebelin banget sih tuh orang”. Gumamku dalam hati.
“ hei cepat minta maaf sana, jangan sampai kau dipecat sama miko”. Ujar orang disebelahku lagi
            Aku pun segera maju ke depan melakukan apa yang dikatakan orang itu, yang sebenarnya aku gak mau melakukannya, tapi karena aku takut dipecat jadi ku ngalah aja.
            Wajarlah aku gak mau dipecat, masak baru pertama kali bekerja sudah keluar.
“ maafkan saya”. Ujarku dengan mengucapkannya satu-persatu di depan para artis tersebut sambil membungkukkan badan.
 Setelah kejadian tersebut aku gak tanya lagi, dan setelah sekian penantian ku untuk segera berakhir akhirnya terwujud juga. Kita pun lekas kembali ke kantor, dalam perjalan aku diceramahin oleh para senior-senior wawancara. Aku hanya menganggukkan kepala saja, ya bisa dikatakan masuk telinga kanan terus keluar telinga kiri.
Mereka juga sudah berjanji kepadaku tidak akan cerita apa yang telah terjadi, karena mereka gak mau aku dipecat waktu baru masuk bekerja. Aku sungguh berterima kasih kepada mereka. Karena telah menyelamatkan hidupku, karena aku menganggap pekerjaan sebagai nyawaku.
----000----
“ cewek itu lucu sekali dan sangat polos, mau meminta maaf di depan orang banyak”. gumamku
            Saat aku memikirkan cewek itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Aku pun menyuruhnya untuk masuk. Saat batang hidungnya muncul didepan ku, aku terkejut ternyata yang datang itu temanku waktu SMA namanya Arif, yang dengar-dengar dia jurusan akuntansi.
“ hei bro apa kabar”. Sapanya
“ baik, tumben datang ada apa?”. Balasku
“ apa kamu gak mau usahamu lebih terkenal”.
“ perusahaanku sudah banyak yang mengetahui, maksudnya sudah terkenal”. Jawabku yang bingung dan penasaran dengan si arif
“ aku tahu perusahaanmu sudah terkenal di seluruh Indonesia, tapi yang aku maksud dengan terkenal ini bukan di Indonesia saja tetapi juga seluruh dunia”.
“bagaimana caranya?”. Tanyaku
“ gampang aja kamu harus mengambil keuntungan yang sangat besar agar kamu bisa membuat cabang di luar negeri, nanti aku ajarin deh”. Jujur saja aku sebenarnya dari dulu sangat ingin memiliki cabang diluar negeri, akan tetapi aku tidak bisa. sekarang datang seorang yang siap membantu aku, aku gak boleh menolaknya kesempatan tidak akan datang dua kali.
“ gimana setuju tidak?”. tambah arif lagi.
“ oke setuju”. Aku pun menyetujuinya
“deal”. Ujarnya sambil merentangkan tangannya
“deal”.
----000----
Kebohongan tidak akan pernah bisa ditutupi selamanya. Kata-kata itu menjadi nyata pada diriku, meskipun tidak ada yang cerita ke miko tapi kenyataannya dia tahu. Dan dia langsung memarahi ku, tapi untung saja dia tidak memecatku hanya saja dia bilang jangan mengulanginya lagi, dan aku juga hanya diberi kesempatan tiga kali untuk memperbaiki kesalahanku.
Kesempatan itu telah hilang, karena aku selalu berbuat kesalahan di setiap aku bekerja. Tetapi aku memohon kepada miko untuk memberi kesempatan lagi, dan aku juga mau melakukan tugas yang lebih berat dari sebelumnya, aku memohonnya dengan wajah memelas. Dan akhirnya miko memberikan kesempatan sekali lagi untuk yang terakhir kalinya, akan tetapi dia menyuruhku untuk mewawancarai seseorang cowok pengusaha yang telah melakukan korupsi. Aku pun menyetujuinya
Aku merasa kalau otak ku ini udah mulai eror deh, masak aku harus mewawancarai seorang korupsi. Nanti kalau aku buat salah seperti kemarin-kemarin, mau aku taruh mana muka ku nanti. Ehmm....tapi yang tak di inginkan telah terjadi, mana bisa itu di ulang kembali dan aku akan menolak tawaran tersebut.
---000---
Lagi-lagi aku harus bangun pagi, malahan lebih awal dari sebelumnya. Aku akan memulai mewawancarai orang yang katanya melakukan korupsi. Aneh deh.....orang Indonesia sudah terbilang sukses mau aja menyentuh hal seperti itu. Aku harap wawancara ku hari ini berjalan dengan mulus, tidak ada lagi yang namanya kesalahan. “semangat....”. ujarku menyemangati diriku sendiri.
            Aku tidak langsung ke perusahaannya, karena aku ke kantorku terlebih dahulu untuk mengambil rancangan pertanyaan dari miko. Dan waktu setelah selesai menemui miko ku teringat dengan perkataan miko yang terbilang kasar dan pedas.
“ hei kamu ingat ya....., jangan membuat kesalahan lagi jangan kira karena aku mengasih kamu tiga kali kesempatan, kamu bisa berbuat seenaknya dan itu bukan berarti aku baik denganmu, ku melakukan itu karena kasihan dengan mu yang tak mampu melakukannya”.
Aku heran dengan miko kadang dia bersikap baik denganku, dan terkadang juga bersikap kasar. Kalau memang dia gak suka kepadaku, tidak usah nyakitin perasaan sesesorang deh dengan kata-katanya yang pedas.

Aku  gak boleh terlalu pusing memikirkan omongan miko, bagaimanapun juga itu kesalahan aku sendiri yang ceroboh. Maka dari itu aku harus menunjukkan ke miko kalau aku bisa dan akan aku buat miko percaya kepadaku.
---000---
Waktu aku sampai di perusahaannya, ku terkejut karena ternyata perusahaan ini milik cowok yang sombong waktu itu. apa mungkin dia melakukan korupsi





itu ceritanya nih sobat tapi masih belum selesai........tunggu kisah selanjutnya ya....makasih

Comments

Popular posts from this blog

PUISI MATA BELINTAN BY VE

coffe love rain